Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Zohran Mamdani: New York Tidak Perlu Miliarder di Tengah Ketimpangan

Desi Rossilawati
Rabu, 2 Juli 2025 | 21:00 WIB
Bagikan
Zohran Mamdani: New York Tidak Perlu Miliarder di Tengah Ketimpangan
VISI.NEWS | NEW YORK - Kandidat Wali Kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, melontarkan kritik tajam terhadap para miliarder di kotanya. Dalam wawancara bersama NBC pada Minggu (29/6/2025), politisi berusia 33 tahun ini menilai keberadaan miliarder di tengah tingginya ketimpangan ekonomi adalah hal yang tidak wajar. “Saya berpikir, kita seharusnya tidak memiliki miliarder, karena mereka punya jumlah uang yang begitu besar di saat ketimpangan sangat tinggi,” ujar Mamdani dalam program Meet the Press. Selama masa kampanye, Mamdani dikenal dengan program-program populisnya, seperti bus gratis, penitipan anak universal, supermarket milik pemerintah kota, upah minimum 30 dolar AS per jam, dan pembekuan sewa. Semua program itu akan dibiayai dengan menaikkan pajak bagi 1 persen penduduk terkaya New York. Salah satu usulan terbesarnya adalah menaikkan pajak properti di kawasan yang menurutnya 'lebih kaya dan lebih putih'. Ketika ditanya apakah kebijakan itu bersifat rasial, Mamdani menolak anggapan tersebut. “Saya hanya menyebut kenyataan sebagaimana adanya,” tegasnya. Ia juga menyoroti ironi New York, kota terkaya di negara terkaya di dunia, namun satu dari empat warganya hidup dalam kemiskinan. Rencana pajak Mamdani menuai perlawanan, termasuk dari Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut Mamdani sebagai 'komunis murni' dan mengancam akan menghentikan dana federal untuk New York jika Mamdani terpilih. Menanggapi tudingan itu, Mamdani hanya tersenyum. Menurutnya, serangan Trump pada penampilan dan asal-usulnya adalah upaya mengalihkan perhatian publik dari substansi program yang ia perjuangkan. Jika menang dalam pemilihan November mendatang, Mamdani akan mencatat sejarah sebagai Wali Kota New York pertama yang berasal dari komunitas India-Amerika. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.