Yahudi Bakar Bendera Israel, Dukungan Masyarakat Dunia atas Aksi Pejuang Palestina Meningkat Tajam
"Kebijakan penjajahan yang rasis dan penuh kebencian yang diterapkan terhadap mereka bahkan sebagian besar dari mereka telah diperlakukan seperti hidup dalam penjara terbuka selama lebih dari 25 tahun akibat dari kebijakan mengisolasi wilayah mereka," tegasnya saat dihubungi di Jakarta (10/10).
Bangsa Indonesia yang mengalami penjajahan serupa dan harus berjuang sendiri merebut kemerdekaanya melalui perang kemerdekaan, sangat memahami apa yang sedang dialami Bangsa Palestina.
"Rasanya naif kalau orang membayangkan mereka akan menerima terus dan suatu saat tidak akan memberontak dengan kekerasan sebagai langkah terakhir mempertahankan eksistensi dan kehormatan mereka."
Sesuai dengan amanah UUD 1945, untuk menghilangkan penjajahan di dunia, Indonesia perlu menggalang dukungan lebih luas ke negara-negara yang selama diam atau mendukung Israel. Dukungan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman atas kejahatan Israel terhadap Palestina menjadikan Israel masih terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina.
"Indonesia juga bisa mendorong Organisasi Konfrensi Islam (OKI) untuk lebih tegas terhadap Israel dan lebih maksimal mendukung Palestina," tutupnya.
Dampak serangan masif pejuang Palestina berhasil menurunkan jumlah pemukim Yahudi yang menyerbu ke Masjid Al-Aqsha. Jika sebelumnya jumlah pemukim Yahudi israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsha di hari-hari biasa atau normal mencapai ratusan orang, paska operasi Badai Al-Aqsa hanya mencapai 76 orang saja.
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) kembali membuka donasi untuk warga Indonesia yang ingin membantu warga Gaza korban perang. Memasuki musim dingin ini, kebutuhan selimut, obat-obatan, bahan makanan pokok meningkat tajam mengingat Israel juga membombardir rumah sakit, rumah penduduk dan aset-aset vital seperti aliran air.
"Kami terus konsisten membantu Palestina melalui aksi kemanusiaan. Mengingat ini adalah masa-masa tersulit mereka, maka bantuan dari seluruh dunia khususnya masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan saat ini. Bantuan tersebut akan kami salurkan dalam waktu dekat melalui beberapa tahapan," ungkap Ketua Umum KNRP Soeripto.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!