Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Xi Jinping Kunjungi Asia Tenggara di Tengah Tensi Perdagangan dengan AS

Desi Rossilawati
Jumat, 11 April 2025 | 21:15 WIB
Bagikan
Xi Jinping Kunjungi Asia Tenggara di Tengah Tensi Perdagangan dengan AS
VISI.NEWS | CHINA - Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke tiga negara Asia Tenggara yaitu Vietnam, Malaysia, dan Kamboja  mulai 14 hingga 18 April 2025. Ini merupakan lawatan luar negeri perdananya tahun ini, di tengah meningkatnya ketegangan dagang dengan Amerika Serikat pasca kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Beijing untuk memperdalam kerja sama kawasan dan membangun kembali kekuatan diplomatiknya di tengah tekanan ekonomi dari Washington. Kunjungan dimulai dari Vietnam, negara yang dikenal dengan diplomasi 'bambu' menjaga keseimbangan hubungan antara dua kekuatan besar dunia. Meski ada ketegangan di Laut China Selatan, hubungan ekonomi antara Hanoi dan Beijing tetap erat. Setelah Vietnam, Xi akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia dan Kamboja. Di Malaysia, fokus utama adalah penguatan hubungan dagang. Sementara itu, kunjungan ke Kamboja dipandang sebagai penegasan kedekatan antara kedua negara yang telah terjalin sejak era Hun Sen. China telah menjadi investor utama di infrastruktur Kamboja selama lebih dari satu dekade. Kunjungan ini juga merupakan tanggapan diplomatik terhadap situasi perdagangan global, khususnya setelah AS menerapkan tarif tinggi tidak hanya untuk China (hingga 125 persen), tetapi juga untuk negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam (46 persen), Kamboja (49 persen), dan Malaysia (24 persen). Sementara negara-negara tersebut kini berusaha mendekati AS demi keringanan tarif, China memilih untuk mempererat solidaritas regional sebagai respons strategis. Di waktu bersamaan, pejabat tinggi China juga aktif dalam menjalin komunikasi dengan mitra global lainnya, termasuk Uni Eropa dan Afrika Selatan, untuk menekankan pentingnya perdagangan yang adil dan terbuka. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.