World Economic Forum Cantumkan Pabrik Kedua SANY dalam Daftar "Global Lighthouse Network"
VISI.NEWS | CHANGSHA - SANY Heavy Industry ("SANY"), perusahaan terkemuka yang memproduksi alat berat premium, kini memiliki dua pabrik yang tersertifikasi lighthouse sebagai bagian dari Global Lighthouse Network (GLN) World Economic Forum (WEF). Pabrik No.18 di Changsha menjadi fasilitas produksi kedua yang tersertifikasi sebagai Lighthouse Factory di industri alat berat dunia setelah pabrik alat bor SANY di Beijing.
GLN, disusun lewat kolaborasi dengan McKinsey, memuat daftar Lighthouse Factories di seluruh dunia. Pabrik yang tercantum dalam daftar ini merupakan pionir manufaktur digital dan Globalisasi 4.0, serta mencerminkan intelligent manufacturing (IM) dan digitalisasi terbaik.
Demi mengatasi tantangan fluktuasi siklus di pasar alat berat, dan produksi komponen alat berat yang beraneka ragam namun bervolume kecil, SANY sepenuhnya mengandalkan sistem produksi fleksibel dan otomatis, kecerdasan buatan (AI) dan solusi IoT berskala luas. Maka, SANY pun membangun sistem produksi digital dan fleksibel di segmen alat berat di Pabrik No.18 tersebut. Peningkatan yang diperoleh SANY tergolong signifikan, seperti produktivitas yang melesat 98%, serta penghematan biaya manufaktur unit sebesar 29%.
"Hanya ada dua Lighthouse Factories di industri alat berat dunia, dan keduanya dimiliki SANY. Sertifikasi kedua ini menjadi pengakuan atas keahlian kami, serta mencerminkan pencapaian besar kami dalam manufaktur canggih dan transformasi digital," Xiang Wenbo, Chairman, SANY Heavy Industry.
Juli lalu, SANY tercantum dalam daftar "50 Smartest Companies" yang dirilis MIT Technology Review, sedangkan, Pabrik No.18 milik SANY meraih gelar Lighthouse Factory "terpintar" di segmen alat berat:
• Pabrik seluas 100.000 meter persegi ini memproduksi pump truck, trailer pump, dan truck-mounted pump. Di sisi lain, produk-produk ini memiliki pangsa pasar tertinggi di dunia selama beberapa tahun berturut-turut.
• Sembilan proses manufaktur utama di pabrik ini, dan 32 skenario produksi yang biasa dilakukan, telah sepenuhnya mencapai otomatisasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!