Wisata Minat Khusus: Welora, The Forgotten Island di Ujung Maluku Barat Daya

ED
Sabtu, 30 Maret 2024 | 13:44 WIB
Bagikan
Wisata Minat Khusus: Welora, The Forgotten Island di Ujung Maluku Barat Daya
  • Pemerintah Desa Welora, Pulau Dawera, Maluku Barat Daya melakukan kajian daya dukung wisata bahari bersama Yayasan WWF Indonesia pada 20-24 Maret 2024 lalu
  • Kajian ini dilakukan dalam rangka upaya pengembangan wisata bahari di Desa Welora, yang ditargetkan untuk menjadi wisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

VISI.NEWS | MALUKU BARAT DAYA - Pemerintah Desa Welora, Kabupaten Maluku Barat Daya bekerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia mengadakan kajian daya dukung wisata bahari di wilayah Desa Welora dan perairan sekitarnya. Kajian ini dilakukan dalam rangka upaya pengembangan wisata bahari yang lebih berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta menghindari potensi terjadinya overtourism.

Terletak diantara Laut Banda dan Laut Timor, Desa Welora menjadi salah satu destinasi unggulan di Pulau Dawera, Maluku Barat Daya. Welora sudah dikenal sebagai destinasi wisata selam yang dikunjungi banyak turis, baik dari lokal maupun mancanegara. Terumbu karang yang sehat, berukuran besar, dan beraneka ragam warna, disertai berbagai ikan-ikan seperti kerapu dengan ukuran hampir sepanjang dua meter, kumpulan ikan barakuda yang memanjakan mata, juga ikan napoleon kerap terlihat saat dilakukan penyelaman.

Pada 2020, Desa Welora dianugerahkan sebagai Juara 1 dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) dalam kategori destinasi wisata baru. Desa yang asri dengan bangunan yang berjajar rapi dan penduduk yang ramah, akan membuat siapapun yang mengunjunginya akan kerasan untuk tinggal berlama-lama.

Para warga dan pengurus desa wisata, terus berusaha mengembangkan desa wisata ini agar dikenal luas oleh masyarakat. Dalam catatan Pemerintah Desa Welora, kunjungan LoB (Live on Board) dalam kurun waktu 2021-2023, ada 13 kapal yang telah singgah ke Welora dan membawa hingga 291 penumpang yang berasal dari berbagai negara: Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, dan lain lain.

Sebagai upaya pengembangan wisata yang berkelanjutan, pemerintah Desa Welora bekerja sama dengan WWF-Indonesia melakukan kajian daya dukung pariwisata, baik di area pesisir/pantai maupun wisata laut. Kajian ini dilakukan pada 20-24 Maret 2024, di empat titik garis pantai untuk mengetahui karakteristik pantai, dan lima titik penyelaman untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan biota laut.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.