Warna Kuning Telur Berbeda, Ini Penjelasan Nutrisi di Baliknya
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 10 Februari 2025 | 02:10 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Telur sering kali memiliki warna kuning yang bervariasi, mulai dari kuning pucat, kuning biasa, hingga oranye terang. Banyak orang beranggapan bahwa kuning telur oranye lebih sehat dan bernutrisi dibandingkan warna lainnya. Namun, benarkah hal tersebut?
Warna kuning telur terutama dipengaruhi oleh pakan ayam betina dan gaya hidupnya. Ayam yang diberi pakan kaya pigmen nabati seperti jagung, atau yang mencari serangga di alam terbuka, cenderung menghasilkan kuning telur lebih gelap atau oranye.
Sebaliknya, ayam yang diberi pakan berbasis gandum atau kedelai tanpa banyak paparan sinar matahari menghasilkan kuning telur yang lebih pucat.
Penelitian dalam The Journal of Poultry Science menunjukkan bahwa ayam yang diberi tambahan karotenoid dalam makanannya menghasilkan kuning telur lebih cerah dibandingkan ayam yang hanya diberi makanan dasar.
Karakteristik Kuning Telur
- Kuning Telur Berwarna Kuning: Biasanya berasal dari ayam peternakan intensif yang dipelihara di kandang tertutup dengan sedikit akses ke sinar matahari.
- Kuning Telur Berwarna Oranye: Cenderung berasal dari ayam yang dibiarkan berkeliaran bebas atau yang diberi pakan alami. Namun, beberapa peternak dapat menambahkan pewarna alami seperti bunga marigold atau paprika dalam pakan ayam untuk menghasilkan kuning telur yang lebih oranye.
Apakah Kuning Telur Oranye Lebih Sehat?
Meskipun terlihat lebih menarik, kuning telur oranye tidak selalu lebih sehat. Warna kuning telur bukan indikator pasti dari variasi pakan atau kandungan karotenoid dalam telur. Telur secara umum merupakan sumber gizi tinggi yang mengandung protein, vitamin A, D, E, K, serta mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, dan kolin, terlepas dari warna kuning telurnya.Tips Memilih Telur yang Bernutrisi:
- Perhatikan Ukuran: Telur yang lebih besar mengandung lebih banyak nutrisi.
- Kandungan Omega-3: Telur dari ayam yang diberi pakan biji rami, minyak ikan, atau alga memiliki sedikit kandungan asam lemak omega-3, meskipun jumlahnya tetap lebih kecil dibandingkan ikan seperti salmon.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!