Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Warga Sukabumi Geger, Jukir Hotel Tewas Kondisinya Mengenaskan

Desi Rossilawati
Selasa, 2 September 2025 | 17:27 WIB
Bagikan
Warga Sukabumi Geger, Jukir Hotel Tewas Kondisinya Mengenaskan

VISI.NEWS | SUKABUMI - Warga Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang juru parkir (jukir) hotel dan kafe berinisial DR (55). Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di selokan pinggir jalan, Minggu (31/8/2025) pagi.

Kepala Desa Sudajaya Girang, Edi Juarsah membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban pertama kali ditemukan warga pada Minggu (31/8) pagi di selokan pinggir jalan, tak jauh dari rumahnya. "Istrinya nyari tapi nggak ketemu, ketemunya sama tetangganya. Ketemunya di luar parkiran, pinggir jalan, jarak rumahnya kurang dari 10 meter. Badannya masuk ke got," ujar Edi dikutip dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025). Edi menyebut kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka parah di bagian kepala dan wajah.

"Luka paling parah itu di kepala, di wajah depan. Matanya hampir setengah keluar, saya juga nggak tega lihatnya. Dari telinga keluar darah, bahkan informasi yang memandikan di rumah sakit, darahnya masih terus keluar," tuturnya. Terkait penyebab kematian, Edi menyebut hingga kini belum ada kepastian. Meski sempat beredar dugaan korban dibunuh, hal itu masih sebatas asumsi warga.

"Kenapa meninggalnya? Belum ada kepastian, apakah kecelakaan atau apa. Hasil olah TKP kepolisian juga belum ada konfirmasi lagi," kata Edi. "Wallahualam, karena baru perkiraan-perkiraan ya. Tapi kan nanti yang membuktikan penyebab kematiannya itu dibunuh atau bukan, hasil penyelidikan polisi. Ada inafis dan polsek turun juga kemarin," lanjutnya. Rencana autopsi pun urung dilakukan. Pihak keluarga korban menolak proses tersebut dan memilih langsung memakamkan jenazah.

"Awalnya mau diautopsi, tapi dari pihak keluarga membuat pernyataan tidak mengizinkan," ujar Edi. Korban DR diketahui merupakan warga Kampung Selabintana Kulon, RT 06/02, Desa Sudajaya Girang. Jenazahnya dimakamkan pada Minggu siang pukul 12.00 WIB, langsung dari rumah sakit. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, korban ditemukan tergeletak dengan kondisi berlumuran darah di sekujur bagian muka di dalam parit atau solokan di depan warung. "Setelah tiba di TKP korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, dengan menggunakan mobil ambulans milk Desa Sudajaya Girang, oleh pihak Kepolisian Polsek Sukabumi didampingi keluarga untuk mendapatan penanganan rumah sakit, kemudian di IDG RSUD R. Syamsudin dinyatakan meninggal dunia," kata Astusi. @salman

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.