Warga Puger Kulon Minta Aktivitas Pabrik Pres Plastik Dievaluasi, Keluhkan Bau dan Kebisingan

ED
Abdul Ghofur
Jumat, 26 Juni 2026 | 22:21 WIB
Bagikan
/

JEMBER | VISI.NEWS – Keberadaan usaha pengepresan plastik bekas di Dusun Sadengan RT 04 dan RT 05 RW 40, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menuai keluhan dari warga sekitar. Aktivitas usaha yang berada di kawasan permukiman itu dinilai mengganggu kenyamanan karena menimbulkan bau menyengat serta suara mesin yang bising.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait segera turun tangan untuk meninjau legalitas sekaligus dampak lingkungan dari operasional usaha tersebut.

Salah seorang warga, Mariyono, mengatakan rumahnya yang berada di dekat lokasi usaha menjadi salah satu yang paling terdampak. Menurutnya, bau yang muncul dari proses pengepresan plastik cukup menyengat dan mengganggu aktivitas keluarga.

"Selain baunya menyengat, suara mesin pres juga sangat keras sehingga mengganggu warga di sekitar," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan usaha tersebut telah berjalan sekitar empat bulan. Sejak awal beroperasi, sebagian warga telah menyampaikan keberatan karena lokasi usaha berada di tengah permukiman.

Menurut Mariyono, pihak pengelola pernah menyampaikan akan melengkapi seluruh perizinan yang dibutuhkan. Bahkan, kata dia, sempat ada tawaran kompensasi kepada warga agar persoalan tersebut tidak berlanjut. Namun warga menolak karena menginginkan lingkungan tempat tinggal tetap aman dan nyaman.

Persoalan itu sebelumnya telah dibahas dalam musyawarah yang difasilitasi Pemerintah Desa Puger Kulon pada 5 Mei 2026. Pertemuan tersebut dihadiri perangkat desa, unsur kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan warga, serta pemilik usaha.

Dalam forum itu disepakati aktivitas usaha baru dapat dijalankan setelah seluruh dokumen perizinan dipenuhi. Namun, warga menduga hingga kini kesepakatan tersebut belum sepenuhnya direalisasikan.

Sebagai tindak lanjut, warga kembali menyampaikan surat kepada Kapolres Jember pada 25 Juni 2026 agar dilakukan fasilitasi penyelesaian dan peninjauan terhadap aktivitas usaha tersebut.

Keluhan juga disampaikan Ali, warga lainnya yang tinggal tidak jauh dari lokasi pabrik. Selain terganggu oleh suara mesin, ia mengaku khawatir terhadap tumpukan plastik bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk ketika musim hujan.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis limbah plastik yang diproses di lokasi tersebut. Warga berharap tidak ada material yang berpotensi membahayakan kesehatan maupun mencemari lingkungan.

Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap legalitas usaha, kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, serta dampaknya terhadap warga sekitar. Mereka meminta pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengevaluasi keberadaan usaha tersebut apabila terbukti tidak memenuhi persyaratan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.