Wamen PPPA Veronika Tan Hadiri HUT ke-50 IWAPI, Dorong Perempuan Pengusaha Makin Berdaya
Kontribusi IWAPI sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 Quick Win Program. Program-program ini mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, peningkatan pembangunan sumber daya manusia, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan dalam ekonomi.
Sebagai bagian dari perayaan 50 tahun IWAPI berdiri, organisasi ini mengadakan kegiatan sosial berupa pemberian makanan bergizi kepada siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan perempuan difabel.
Menurut Nita lagi, kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil Rapat Pleno DPP IWAPI ke-XXIX dan Rakornas DPD se-Indonesia serta perwakilan Malaysia, yang menegaskan pentingnya program peningkatan gizi dalam menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di lebih dari 50 titik di Indonesia dan Malaysia dengan total lebih dari 50.000 paket makanan bergizi,” jelasnya.
Di era digital seperti sekarang ini, IWAPI terus berinovasi dengan meluncurkan IWAPI Digital, sebuah platform yang bertujuan meningkatkan literasi digital bagi perempuan pengusaha. Platform ini mencakup iMarketku (marketplace IWAPI), iAcademiku (pusat pembelajaran online gratis untuk anggota IWAPI), serta informasi lengkap mengenai organisasi IWAPI.
“Dengan adanya IWAPI Digital, diharapkan para pengusaha perempuan dapat naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis mereka, IWAPI juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan ekonomi perempuan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan semangat inovatif, inklusif, dan kolaboratif, IWAPI siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, dalam sambutannya mengungkapkan, dalam mendukung penguatan ekonomi perempuan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
Oleh karena itu dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi perempuan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!