VISI | Pendidikan: Fondasi Peradaban
Oleh Drajat
TANGGAL 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, momentum penting untuk merenungkan kembali esensi pendidikan bagi sebuah bangsa. Pendidikan bukan sekadar aktivitas rutin di ruang kelas, melainkan fondasi utama bagi peradaban.
Maju-mundurnya sebuah negeri sangat bergantung pada bagaimana sistem pendidikannya dibangun, dikelola, dan diarahkan. Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa bangsa-bangsa besar di dunia mencapai kejayaannya karena menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
Mereka memahami bahwa pendidikan adalah jalan emas untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul, yang mampu menghadapi tantangan zaman dan membangun masa depan. Tanpa pendidikan yang kuat, bangsa hanya akan menjadi penonton dalam kancah global, kehilangan jati diri, dan tertinggal dalam kemajuan.
Karena itulah, manajemen pendidikan tidak boleh ditangani dengan sembarangan. Diperlukan pemimpin-pemimpin pendidikan, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, yang benar-benar paham tentang dunia pendidikan — baik dari sisi filosofis, teknis, maupun strategisnya.
Seorang Kepala Dinas Pendidikan bukan sekadar pejabat administratif, melainkan motor penggerak perubahan. Ia harus memahami dengan mendalam bagaimana menata kebijakan pendidikan, membangun kualitas guru, mengembangkan kurikulum yang adaptif, serta menghidupkan ekosistem pendidikan yang sehat dan kreatif.
Sayangnya, dalam realitas, tak jarang terjadi penempatan Kepala Dinas yang tidak berangkat dari kompetensi dan pemahaman pendidikan yang matang. Akibatnya, berbagai program hanya sebatas proyek administratif tanpa ruh visi pendidikan yang kuat.
Bukankah Rasulullah sudah mengingatkan dalam sebuah hadits, "Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya" (HR. Bukhari). Peringatan ini seharusnya menjadi renungan bersama, terutama dalam menentukan siapa yang memegang kendali atas pendidikan.
Pendidikan memerlukan kerja sama berbagai pihak: pemerintah, masyarakat, orang tua, dan seluruh ekosistem bangsa. Namun titik awalnya adalah kepemimpinan yang visioner di bidang pendidikan. Pemerintah daerah harus benar-benar selektif dan serius dalam menunjuk Kepala Dinas Pendidikan. Harus dipastikan bahwa yang memimpin adalah sosok yang tahu persis, tidak hanya teori, tapi juga praktik mengelola pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.
Di Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita teguhkan kembali komitmen bahwa pendidikan adalah jalan masa depan.
Pendidikan bukan proyek sesaat, bukan batu loncatan politik, melainkan amanah peradaban. Kita membutuhkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang bukan hanya menguasai regulasi, tapi mampu menumbuhkan nilai, inovasi, dan kecintaan terhadap masa depan bangsa.
Membangun pendidikan adalah membangun peradaban. Dan membangun peradaban tidak pernah bisa dilakukan oleh mereka yang sekadar berkuasa, melainkan oleh mereka yang memahami, mencintai, dan sungguh-sungguh memperjuangkan pendidikan. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita jaga fondasi bangsa ini dengan menjaga pendidikan sebaik-baiknya.
- DR. Drajat, Praktisi Pendidikan dan Hipnoterapis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!