IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Usul Evaluasi DOB hingga Penataan Desa, Aher Ingatkan Pentingnya Desain Menyeluruh

Desi Rossilawati
Selasa, 9 September 2025 | 18:58 WIB
Bagikan
Usul Evaluasi DOB hingga Penataan Desa, Aher Ingatkan Pentingnya Desain Menyeluruh
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam menetapkan Rancangan Tata Penataan Daerah (RTP) Daerah yang tidak hanya berfokus pada pembentukan daerah otonomi baru (DOB), tetapi juga mengevaluasi efektivitas DOB yang telah terbentuk. Menurut Aher, sapaan akrabnya, banyak DOB yang dibentuk pasca reformasi justru tidak mampu memenuhi tujuan awal yaitu mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan. “Jika dibuat DOB baru sudah berjalan sekian tahun malah pelayanan publik tidak terlalu bagus, kemiskinan makin banyak, kemampuan juga makin parah, hal-hal seperti itu perlu dievaluasi. Bahkan mungkin ada DOB yang sebaiknya digabungkan kembali ke induknya semula,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan jajaran Eselon I Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Ia menilai penataan daerah ke depan harus berbasis pada desain besar yang bersifat top-down, bukan hanya berdasarkan usulan lokal. “Biasanya DOB itu usulan dari bawah. Ke depan sebaiknya dari atas ke bawah dengan cara pandang helicopter view, sehingga lebih jelas berapa layaknya Indonesia punya provinsi, kabupaten, dan kota,” jelasnya. Aher juga menyoroti ketimpangan jumlah daerah di Jawa. Ia mencontohkan, Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota, Jawa Tengah 35, sedangkan Jawa Barat hanya 27, padahal jumlah penduduk Jawa Barat paling besar di Indonesia. “Dengan desain besar penataan daerah, ketimpangan semacam ini bisa dipantau secara menyeluruh,” ujarnya. Selain penataan daerah, Politisi Fraksi PKS ini menekankan perlunya pengaturan lebih lanjut terkait desa. Ia menyoroti fenomena banyaknya usulan pemekaran desa yang dipicu oleh alokasi dana desa. “Ada kabupaten di Jawa Barat yang mengusulkan 200 desa baru karena dana desa yang besar. Bahkan ada warga yang awalnya jadi camat, sekarang jadi kepala desa, karena dana desa luar biasa besar. Hal ini perlu pengawasan dan pembimbingan yang kuat,” katanya. Lebih lanjut, ia juga menyinggung ketidakprofesionalan penyaluran dana desa yang mendorong daerah untuk memperbanyak jumlah desa. “Kedepan mungkin perlu ada RPP penataan desa supaya dana desa lebih proporsional dan betul-betul berdampak pada percepatan kemakmuran bangsa lewat pembangunan desa,” pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.