IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

USSEC Membantu Pembeli Memverifikasi Kedelai Berkelanjutan

ED
Kamis, 29 September 2022 | 06:02 WIB
Bagikan
USSEC Membantu Pembeli Memverifikasi Kedelai Berkelanjutan

VISI.NEWS | ST. LOUIS - Pelanggan internasional yang membeli kedelai Amerika Serikat (AS) pada seluruh rantai pasok kini dapat meningkatkan komitmen terhadap pasokan ingredien berkelanjutan. U.S. Soy Sustainability Assurance Protocol (SSAP) kini diperluas agar transfer sertifikat SSAP dapat dilakukan hingga sebanyak empat kali.

Pembeli kedelai AS telah lama menginginkan transparansi yang lebih jelas atas aspek keberlanjutan dalam pembelian kedelai. Sebagian pendanaan dalam perubahan SSAP oleh Soy Export Sustainability, LLC berasal dari soybean checkoff di tingkat nasional. Lewat perubahan ini, pembeli dapat menyimpan catatan pembelian kedelai AS yang berkelanjutan, serta memakai pembelian ini untuk memenuhi target ESG (Environmental, Social and Governance), serta menyusun laporan perkembangan tentang pencapaian target tersebut. Importir juga memperoleh sertifikat atas nama mereka dari pihak eksportir. Lalu, importir dapat mentransfer sertifikat ini kepada pelanggannya. Sertifikat ini dapat ditransfer hingga empat kali setelah ekspor dilakukan.

"Jaminan atas pengadaan produk kami secara berkelanjutan merupakan komitmen terhadap rantai pasok yang bertanggung jawab. Kami gembira, sertifikasi SSAP terus ditingkatkan, serta metodologi transparan dan kredibel kini tersedia ketika mengukur kinerja aspek keberlanjutan. Sertifikat yang dapat ditransfer berperan penting bagi pelanggan dan bisnis. Dengan sertifikat SSAP, kami dapat menelusuri dan memverifikasi bahwa produk kedelai yang dibeli pelanggan telah dibudidayakan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan kelestarian sistem pangan dunia," ujar Dessislava Barzachka, EA Sustainability Execution Manager, Bunge.

SSAP, dikembangkan pada 2013, merupakan pendekatan agregasi yang terverifikasi, serta diaudit oleh pihak ketiga untuk memeriksa produksi kedelai yang berkelanjutan di seluruh AS. Sistem ini didesain guna menyeimbangkan kedelai berkelanjutan yang telah diverifikasi pada setiap transfer. Lebih lagi, perhitungan industri turut dilakukan dalam sistem tersebut. Lembaga yang menerbitkan dan menelusuri sertifikat SSAP adalah Soy Export Sustainability, LLC.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.