Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Upaya Trump Deportasi Imigran dari Amerika Latin Digagalkan Pengadilan

Desi Rossilawati
Selasa, 15 April 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
Upaya Trump Deportasi Imigran dari Amerika Latin Digagalkan Pengadilan
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Seorang hakim federal di Boston, Indira Talwani, memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pemerintahan Presiden Donald Trump yang ingin mencabut status hukum ratusan ribu imigran dari Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela. Keputusan ini menjadi penghalang baru bagi kebijakan imigrasi Trump yang dikenal ketat dan menyasar warga Amerika Latin. Rencana Trump tersebut mencakup pencabutan status hukum terhadap lebih dari 530.000 orang yang sebelumnya diberi izin tinggal melalui program pembebasan bersyarat yang diluncurkan di era Presiden Joe Biden pada 2022. Program ini memungkinkan masuknya hingga 30.000 imigran setiap bulannya dari empat negara yang tengah mengalami krisis hak asasi manusia. Hakim Talwani menilai bahwa pemerintahan Trump telah salah menafsirkan hukum imigrasi. Menurutnya, deportasi cepat hanya berlaku bagi mereka yang masuk ke AS secara ilegal, bukan terhadap para imigran yang sah berada di negara tersebut melalui program resmi seperti pembebasan bersyarat. Seandainya putusan ini tidak dikeluarkan, para imigran akan kehilangan perlindungan hukumnya mulai 24 April 2025, tepat 30 hari setelah keputusan resmi diterbitkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Trump sebelumnya telah berjanji akan mendeportasi jutaan migran jika terpilih kembali sebagai presiden. Ia bahkan sempat menggunakan kebijakan masa perang untuk memindahkan ratusan imigran yang diduga terlibat kejahatan ke El Salvador. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.