Upaya PT KAI Daop 2 Bandung untuk Meminimalisir Risiko Bencana di Jalur Kereta Api
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 11:10 WIB
VISI.NEWS | JABAR - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Wilayah Operasi 2 Bandung telah bersiaga untuk memetakan area-area yang perlu diperhatikan secara khusus di sepanjang jalur kereta api di Jawa Barat, mengingat intensitas hujan yang cukup signifikan. Terdapat 73 lokasi yang diidentifikasi sebagai daerah pemantauan khusus, yang mencakup potensi banjir, longsor, serta masalah pada jembatan dan kondisi tanah yang tidak stabil. Dicky Eka Priandana, Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, menyatakan bahwa pemantauan khusus ini dilakukan di sepanjang jalur kereta api.
“Mengingat intensitas hujan yang meningkat di beberapa hari terakhir, kami melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan KA, mengingat jumlah perjalanan yang cukup padat. Kami melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan,” jelas dia.
Di Jawa Barat, terdapat 164 kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 2 Bandung. Rincian tersebut terdiri dari 46 kereta Commuter Line Bandung Raya, 10 kereta Walahar, 6 kereta Siliwangi, dan 54 kereta feeder KCJB.
PT KAI Daop 2 Bandung telah melakukan pemetaan dan menetapkan 73 titik pemantauan khusus. Dari pemantauan tersebut, teridentifikasi 23 titik dengan tanah yang tidak stabil, 31 titik yang berpotensi mengalami longsor, 9 titik yang berisiko banjir, serta 10 titik jembatan yang perlu perhatian khusus.
Untuk mengurangi potensi bahaya yang dapat mengganggu perjalanan kereta api, Daop Bandung telah melaksanakan beberapa langkah, termasuk normalisasi saluran air dari sampah, pengangkutan lumpur, pembuatan trucuk dari bambu, pembuatan penahan tanah menggunakan karung berisi tanah, serta pembangunan retaining wall.
Alat Material Untuk Siaga (AMUS) disertakan di 14 lokasi, termasuk Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, dan Tasikmalaya. AMUS ini meliputi pasir dalam karung, bantalan rel, perancah besi untuk menahan pondasi jalur, serta peralatan baik ringan maupun berat seperti Multi Tie Tamper (MTT) untuk memastikan jalur rel tetap aman untuk dilalui kereta.
Sebagai tindakan antisipasi tambahan, petugas khusus juga ditempatkan di daerah pemantauan yang berisiko. Mereka bersiaga secara bergantian 24 jam untuk memantau potensi bencana. Petugas dapat langsung mengambil tindakan jika ada masalah di jalur yang dipantau. PT KAI Daop 2 Bandung juga telah menyiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) dan staf posko untuk menjamin keamanan perjalanan kereta api di sepanjang jalur yang ada.
“Transportasi dengan kereta api mengedepankan keselamatan dan pelayanan, sehingga upaya-upaya KAI untuk memitigasi gangguan di musim hujan ini merupakan salah satu layanan kami kepada masyarakat pengguna kereta api untuk mendukung konektivitas sehari-hari,” tutup Dicky. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!