Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Ucapan “Kabur Aja” Prabowo: Di Antara Sindiran dan Kegelisahan Publik

ED
Rabu, 29 April 2026 | 15:08 WIB
Bagikan
Ucapan “Kabur Aja” Prabowo: Di Antara Sindiran dan Kegelisahan Publik

Presiden Prabowo Subianto./visi.news/Tangkapan Layar Youtube Setpres.

VISI.NEWS | JAKARTA - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “Indonesia gelap” kembali mengundang perhatian, bukan hanya sebagai pesan politik, tetapi juga sebagai cermin kegelisahan yang dirasakan sebagian masyarakat.

Dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), Prabowo menyinggung narasi yang belakangan ramai diperbincangkan. Dengan nada yang terdengar lugas, ia berkata, "Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang, ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja,".

Ucapan tersebut sontak memantik beragam reaksi. Di satu sisi, ada yang melihatnya sebagai bentuk ketegasan seorang pemimpin dalam merespons kritik. Namun di sisi lain, tak sedikit yang menangkapnya sebagai ekspresi jarak antara elite dan keresahan publik yang merasa situasi belum sepenuhnya “terang”.

Narasi “Indonesia gelap” sendiri berkembang di ruang publik sebagai simbol kekecewaan dan kekhawatiran terhadap kondisi sosial maupun ekonomi. Bagi sebagian warga, istilah itu bukan sekadar slogan, melainkan gambaran perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.

Di tengah momen peresmian proyek hilirisasi yang diharapkan membawa optimisme ekonomi, pernyataan tersebut justru menghadirkan kontras emosional. Ada harapan yang dibangun melalui pembangunan, namun juga ada suara hati yang merasa belum sepenuhnya terwakili.

Ucapan “kabur saja” menjadi titik yang paling disorot. Bagi sebagian orang, kalimat itu terdengar ringan. Namun bagi yang sedang bergulat dengan ketidakpastian hidup, pilihan untuk “kabur” bukanlah hal sederhana, melainkan dilema besar yang sarat pertimbangan.

Di sinilah letak sisi human interest dari peristiwa ini. Pernyataan seorang presiden tidak hanya berhenti sebagai kalimat, tetapi menjalar menjadi percakapan yang menyentuh pengalaman pribadi banyak orang, dari harapan, kekhawatiran, hingga rasa ingin didengar.

@abiel

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.