Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Turki dan Arab Saudi Pererat Hubungan Melalui Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Desi Rossilawati
Rabu, 27 November 2024 | 21:15 WIB
Bagikan
Turki dan Arab Saudi Pererat Hubungan Melalui Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
VISI.NEWS | TURKI - Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan diplomatik antara Ankara dan Riyadh mengalami ketegangan, terutama setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada tahun 2018. Saat itu, reaksi keras Presiden Recep Tayyip Erdogan direspons dengan boikot produk-produk Turki oleh Riyadh, bahkan pemerintah Arab Saudi mendorong warganya untuk menghindari wisata dan investasi di Turki. Namun, situasi yang memburuk perlahan mulai membaik, membawa harapan baru bagi hubungan kedua negara. Kini, Riyadh dan Ankara menunjukkan upaya untuk fokus pada penguatan kerja sama ekonomi. Untuk mencapai tujuan ini, Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dan Presiden Erdogan memilih pendekatan pragmatis yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan hubungan mereka. Perbaikan hubungan ini terlihat dalam rangkaian pertemuan yang dijadwalkan pada tahun 2024, di mana para pejabat publik dan perwakilan bisnis dari kedua negara berkumpul untuk membahas peluang kerjasama. Pada "Forum Investasi dan Bisnis Turki-Arab Saudi" yang diadakan pada 16 Februari, Menteri Ekonomi Turki, Mehmet Şimşek, mengungkapkan bahwa Arab Saudi sedang mencari untuk menjalin hubungan dengan pengusaha Turki. Setelahnya, pada bulan Maret, Forum Bisnis Internasional ke-27 yang diselenggarakan oleh asosiasi bisnis Islam MÜSIAD di Riyadh berlangsung, diikuti dengan kunjungan perwakilan dari asosiasi bisnis terbesar Turki, TÜSIAD, ke Arab Saudi. Pertemuan terakhir antara Erdogan dan bin Salman berlangsung pada 11 November di Riyadh. Volume perdagangan antara kedua negara, yang sempat merosot menjadi USD265 ribu pada tahun 2021 akibat insiden Khashoggi, kini telah pulih dan berada di kisaran USD5 miliar per tahun. Ekspor Turki ke Arab Saudi melesat tinggi, mengalami peningkatan 450 persen menjadi 1,5 miliar dolar AS pada tahun 2022 dan meningkat lagi menjadi 2,3 miliar dolar AS pada tahun 2023. Rekor tercatat antara Januari dan September 2024 dengan volume mencapai 2,9 miliar euro, dengan Turki dikenal mengekspor mesin, karpet, dan furnitur ke Arab Saudi, sementara Arab Saudi mengimpor produk kimia dari Turki. Peningkatan kerjasama perdagangan ini juga didukung oleh aktivasi sekitar 200 perusahaan Turki di Arab Saudi yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk konstruksi, energi, kesehatan, makanan, furnitur, dan pariwisata. Sejak rekonsiliasi antara Erdogan dan bin Salman, perusahaan Turki berhasil mengamankan kontrak infrastruktur senilai sekitar 10 miliar dolar AS di Arab Saudi. Di sektor furnitur, Turki kini menempati posisi sebagai produsen terkemuka setelah Cina dan Italia. Namun, meskipun ada optimismme di kalangan pelaku bisnis akan potensi kerjasama yang lebih dalam, ada suara skeptis yang memperingatkan bahwa hubungan perdagangan ini masih dalam tahap awal dan perlu strategi yang lebih terencana untuk memperkuat daya saing Turki di pasar Saudi. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.