Trump Usulkan AS Ambil Alih Gaza, Tuai Kecaman dari Dunia
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 6 Februari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengejutkan tentang pengambilalihan wilayah Gaza yang telah dilanda perang selama 15 bulan. Ia mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih kendali atas wilayah tersebut dan menggusur warga Palestina dari Gaza. Trump bahkan meminta negara-negara seperti Mesir dan Yordania untuk menampung penduduk Palestina yang akan dipindahkan.
"Kami akan mengambil alih Gaza," ucap Trump di Gedung Putih setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana dimuat AFP.
"Kami akan melakukan pekerjaan... Kami akan memilikinya," kata dia.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak di dunia internasional. Liga Arab, yang terdiri dari 22 negara, menanggapi dengan keras menyebutkan bahwa usulan Trump bertentangan dengan hukum internasional dan dapat meningkatkan ketidakstabilan. Mereka menegaskan pentingnya penerapan solusi dua negara bagi Israel dan Palestina, di mana Tepi Barat dan Gaza akan menjadi bagian dari negara Palestina yang berdaulat.
"Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza bersama-sama membentuk wilayah negara Palestina di masa depan," kata Liga Arab, dikutip AFP, Kamis (6/2/2025).
"Tidak ada pemisahan atau pelanggaran hak-hak warga Palestina," sambungnya.
Mesir juga menyuarakan keberatannya terhadap usulan tersebut, menegaskan dukungannya terhadap Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Mahmud Abbas dan mendesak dilanjutkannya proses rekonstruksi Gaza tanpa penggusuran warga Palestina.
Dari sisi PBB, Volker Turk, kepala HAM PBB, mengingatkan bahwa deportasi dari wilayah pendudukan merupakan pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat diterima.
"Hak untuk menentukan nasib sendiri adalah prinsip dasar hukum internasional dan harus dilindungi oleh semua negara," ujar Turk.
Selain itu, Hamas, yang saat ini memerintah Gaza, juga menentang keras usulan Trump, dengan menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan membiarkan siapapun menduduki tanah mereka.
"Rakyat Palestina kami ... tidak akan membiarkan negara mana pun di dunia menduduki tanah kami atau memaksakan perwalian pada rakyat Palestina kami". Kata Hamas.
Negara-negara Eropa, termasuk Jerman dan Prancis, juga mengecam langkah ini, mengungkapkan bahwa Gaza harus tetap berada di bawah kendali Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar bagi konflik yang sudah berlangsung lama ini.
"Jelas bahwa Gaza- seperti Tepi Barat dan Yerusalem timur- adalah milik Palestina. Mereka membentuk dasar bagi negara Palestina di masa depan," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!