Trump Kenakan Tarif Impor Tinggi, China dan Kanada Ambil Langkah Balasan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 2 Februari 2025 | 22:18 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - China menyatakan penolakan keras terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor tinggi terhadap produk asal China. Kementerian Perdagangan China menyebut langkah tersebut sebagai praktik yang salah dan berjanji akan mengambil tindakan balasan yang sesuai demi melindungi hak serta kepentingan mereka.
"China sangat tidak senang dengan ini dan dengan tegas menentangnya," demikian pernyataan Kementerian Perdagangan China, seperti dikutip AFP, Minggu (2/2/2025).
"China berharap Amerika Serikat akan secara objektif dan rasional melihat dan menangani isu-isunya sendiri seperti fentanil, daripada mengancam negara lain dengan bea masuk di setiap kesempatan," demikian pernyataan Kemendag Beijing.
Sebagai respons, China akan mengajukan gugatan resmi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan alasan kebijakan tarif tersebut melanggar aturan internasional.
Langkah AS dinilai tidak hanya memperburuk masalah internal mereka sendiri tetapi juga mengganggu kerja sama perdagangan global. Kemendag China mendesak AS untuk memperbaiki kebijakan yang dianggap keliru tersebut dan membuka dialog berbasis kesetaraan dan saling menguntungkan.
Trump resmi menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk produk impor dari Meksiko dan Kanada serta tambahan 10 persen pada produk dari China. Kebijakan tersebut mulai berlaku Selasa (4/2/2025).
"Hari ini, saya telah menerapkan tarif 25 persen untuk produk impor dari Meksiko dan Kanada (10 persen untuk energi Kanada), dan tarif tambahan 10 persen untuk China," kata Trump dalam unggahan di Truth Social, Sabtu (1/2/2025).
Menurut Trump, kebijakan tarif ini dimaksudkan untuk menghentikan aliran narkoba dan imigran ilegal, yang dianggap sebagai ancaman besar bagi Amerika Serikat.
"Ini dilakukan melalui Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) karena ancaman besar orang asing ilegal dan obat-obatan mematikan yang membunuh warga negara kami, termasuk fentanil. Kami perlu melindungi orang Amerika, dan itu adalah tugas saya sebagai Presiden untuk memastikan keselamatan semua," tulis Trump di Truth Social.
Langkah AS ini memicu reaksi dari negara lain. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah memerintahkan penerapan "Plan B" berupa kebijakan tarif balasan untuk produk AS.
"Saya telah memberi tahu menteri ekonomi untuk menerapkan Plan B yang telah kami rundingkan, yang mencakup tindakan tarif dan non-tarif untuk membela kepentingan Meksiko," kata Sheinbaum pada Sabtu (1/2/2025), seperti dikutip AFP.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengumumkan tarif sebesar 25 persen pada barang-barang AS senilai CAD 155 miliar (sekitar Rp 1,7 kuadriliun).
"Malam ini, saya mengumumkan bahwa Kanada akan menanggapi tindakan perdagangan AS dengan mengenakan bea masuk 25 persen terhadap produk-produk Amerika senilai 155 miliar CAD (sekitar Rp1,7 kuadriliun)," kata Trudeau dalam jumpa pers, Sabtu (1/2/2025) malam. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!