Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Kembali Tunda Pemblokiran TikTok, Perpanjangan Berlaku 90 Hari

Desi Rossilawati
Rabu, 18 Juni 2025 | 22:00 WIB
Bagikan
Trump Kembali Tunda Pemblokiran TikTok, Perpanjangan Berlaku 90 Hari
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda pemblokiran platform media sosial TikTok yang berasal dari China. Penundaan ini memberikan waktu tambahan selama 90 hari bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menyelesaikan kesepakatan dengan pembeli dari AS. TikTok sebelumnya terancam diblokir secara nasional per 19 Juni, jika ByteDance tidak melepas asetnya kepada perusahaan dalam negeri. Namun, rencana pemblokiran kembali ditangguhkan oleh Trump, yang menurut Gedung Putih, tidak menginginkan TikTok benar-benar dihentikan. "Presiden Trump akan menandatangani Perintah Eksekutif tambahan minggu ini untuk menjaga TikTok tetap beroperasi," kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, dikutip dari CNN, Selasa (17/6/2025). "Seperti yang telah ia katakan berulang kali, Presiden Trump tidak ingin TikTok dihentikan. Perpanjangan ini akan berlaku selama 90 hari, yang akan digunakan oleh pemerintahan untuk memastikan kesepakatan ini ditutup sehingga masyarakat Amerika dapat terus menggunakan TikTok dengan jaminan bahwa data mereka aman dan terlindungi," tambahnya. Leavitt menambahkan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan data pengguna Amerika tetap aman. Ini merupakan penundaan ketiga sejak undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok disahkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Ketegangan antara AS dan China menjadi latar belakang pelik dari persoalan ini. TikTok dianggap sebagai bagian dari alat negosiasi dalam perang dagang kedua negara. Pemerintah China sejauh ini enggan menyetujui penjualan TikTok, terutama jika mencakup algoritma aplikasi yang disebut sebagai 'rahasia sukses' platform tersebut. Kesepakatan yang sempat hampir rampung pada April lalu kembali tertunda setelah Trump mengumumkan tarif tambahan terhadap produk-produk dari China. Ini memaksa pemerintah AS memperpanjang tenggat waktu hingga 75 hari, dan kini kembali diperpanjang 90 hari lagi. Trump dalam pernyataannya kepada media mengatakan optimistis kesepakatan akan tercapai dan berharap Presiden China Xi Jinping akan memberikan lampu hijau. Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari TikTok maupun ByteDance atas pengumuman terbaru ini. Penundaan ini juga bertepatan dengan kesepakatan kerja sama baru antara AS dan China mengenai pelonggaran kontrol ekspor, yang bertujuan meredakan ketegangan bilateral. Meski belum jelas apakah TikTok termasuk dalam skema tersebut, langkah itu dinilai membuka peluang baru dalam negosiasi lintas negara yang kompleks ini. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.