Trump Akan Jual Gold Card untuk Imigran Kaya, Harga Mulai Rp 81 Miliar
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 26 Februari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan imigrasi baru dengan memperkenalkan gold card, sebuah visa eksklusif bagi warga asing kaya raya yang ingin mendapatkan hak tinggal dan bekerja di Amerika Serikat, serta jalur menuju kewarganegaraan. Gold card ini dibanderol dengan harga US$5 juta (sekitar Rp 81,8 miliar) dan akan mulai dijual dalam dua minggu ke depan.
Trump mengungkapkan kebijakan ini saat memperketat aturan imigrasi AS, terutama dalam hal penertiban imigran ilegal.
"Kita akan menjual gold card," ujar Trump dalam konferensi pers dari Gedung Putih pada Selasa (25/2/2025).
"Ada green card, dan ini adalah gold card. Kita akan menetapkan harga sekitar US$5 juta untuk kartu ini (gold card), yang akan memberikan hak yang sama seperti green card, ditambah jalur menuju kewarganegaraan. Orang-orang kaya akan datang ke negara kita dengan membeli kartu ini," tambahnya.
Saat ditanya apakah program ini akan terbuka bagi oligarki Rusia, Trump menyatakan mungkin saja. Trump mengenal beberapa oligarki Rusia yang merupakan orang-orang baik.
Pernyataan ini semakin menambah kekhawatiran sekutu AS di Eropa, yang sudah cemas dengan hubungan Trump dan Rusia, terutama terkait invasi Rusia ke Ukraina.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menjelaskan bahwa gold card akan menggantikan program visa EB-5, yang selama ini memungkinkan investor asing memperoleh green card dengan syarat menanamkan modal di proyek-proyek AS dan menciptakan lapangan kerja. Visa EB-5 memiliki investasi minimum US$1,05 juta, atau US$800.000 di wilayah ekonomi terpuruk. Program ini telah berjalan sejak 1992 dan mengalami berbagai revisi, termasuk di era pemerintahan Trump dan Biden.
Program EB-5 juga pernah dimanfaatkan oleh bisnis yang terkait dengan Trump dan keluarganya untuk mendanai proyek-proyek properti besar. Namun, skema ini dikritik oleh berbagai pihak karena dianggap menyimpang dari tujuan awalnya dan membutuhkan reformasi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!