Tren Pakaian Thrifting Kian Digemari, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 26 April 2025 | 00:10 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pakaian thrifting atau baju bekas tengah naik daun sebagai pilihan fashion yang digemari lintas generasi. Selain harga yang ramah kantong, tren ini dinilai lebih ramah lingkungan karena mendukung pengurangan limbah tekstil. Tapi siapa sangka, di balik nilai ekonomis dan estetikanya, ada ancaman kesehatan yang patut diwaspadai.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor lebih dari 26 ton pakaian bekas sepanjang 2022, sebagian besar berasal dari Australia dan Jepang. Banyak dari baju tersebut adalah produk bermerek yang kualitasnya masih sangat baik, namun statusnya sebagai pakaian bekas tetap menyimpan risiko.
Dari berbagai sumber disebutkan, pakaian thrifting dapat menjadi media penularan penyakit menular jika tidak dibersihkan secara menyeluruh sebelum dipakai.
Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui pakaian bekas antara lain:
- Infeksi kulit: Bakteri seperti Staphylococcus aureus dapat hidup di serat pakaian dan menginfeksi kulit, terutama jika terdapat luka terbuka atau kulit sensitif.
- Infeksi jamur: Kelembapan yang tersisa di pakaian bekas bisa memicu pertumbuhan jamur, yang menyerang kulit dan kuku.
- Serangan parasit: Kutu, tungau, atau serangga mikroskopis lain bisa ikut menumpang di pakaian, menimbulkan gatal-gatal hingga alergi pada pemakainya.
Cara Aman Gunakan Pakaian Thrifting:
Agar tetap stylish tanpa mengorbankan kesehatan, berikut beberapa langkah penting yang perlu dilakukan sebelum memakai baju thrifting:1. Cuci dengan Air Panas
Air bersuhu tinggi efektif membunuh mikroorganisme seperti bakteri dan kutu.2. Gunakan Disinfektan Pakaian
Tambahkan cairan disinfektan khusus ke dalam cucian untuk hasil sterilisasi maksimal.3. Jemur Langsung di Bawah Sinar Matahari
Sinar matahari berfungsi sebagai antiseptik alami yang mampu membasmi sisa kuman.4. Setrika dengan Suhu Tinggi
Selain membuat pakaian rapi, panas dari setrika juga membantu mensterilkan sisa parasit. Tren fashion bekas ini memang punya nilai tambah, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Namun, edukasi soal kebersihan dan keamanan tetap jadi kunci agar pakaian thrifting tak berubah jadi sumber masalah. Fashion boleh bekas, tapi tetap harus higienis dan aman. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!