Tragedi Alam Menerjang Sukabumi: Banjir dan Longsor Hancurkan Puluhan Rumah, 9 Kecamatan Terdampak
VISI.NEWS | SUKABUMI — Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan parah di sembilan kecamatan. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bersama aparat setempat, terus berusaha melakukan penanggulangan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Bencana mulai terjadi pada Senin malam (15/12), dan beberapa wilayah, seperti Kecamatan Warungkiara, Caringin, Cikembar, hingga Simpenan, mengalami kerusakan signifikan. Di Kecamatan Warungkiara, longsor terjadi di Kampung Lio Cilandak, Desa Sirnajaya, menutupi jalan kabupaten dan menghancurkan jembatan penghubung antar desa. Di sisi lain, banjir bandang di Desa Mekarjaya menghancurkan sekitar dua hektare area pertanian.
Di Kecamatan Caringin, longsor mengancam saluran irigasi yang menjadi sumber air bagi lahan pertanian, sementara di Kecamatan Cibadak, longsor merusak lima rumah di Kampung Cibatu Hilir, Desa Sekarwangi. Tak hanya itu, di Kecamatan Ciemas, jalan utama yang menghubungkan Mekarasih dan Pamuyangan tertutup material longsor, dan satu rumah rusak parah. Di Kecamatan Cikembar, longsor menyebabkan pergeseran tanah dan menimpa dua rumah di Kampung Cicatih.
Simpenan juga terdampak parah dengan sebuah rumah hanyut terbawa arus banjir, sementara 15 rumah lainnya terendam. Longsor dan banjir juga melanda beberapa titik di Kampung Cikadaka dan Babakan Cisarua, yang merusak rumah-rumah warga dan mengganggu akses jalan desa.
Saat ini, tim gabungan BPBD dan relawan sedang bekerja keras melakukan evakuasi dan membersihkan material longsor di sejumlah titik. Bantuan logistik seperti pangan, tenda darurat, dan obat-obatan sudah disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Pemerintah setempat mengimbau agar warga tetap waspada karena curah hujan yang masih tinggi dapat memperburuk situasi. Proses penanggulangan bencana terus berlanjut dengan prioritas pada keselamatan warga dan pemulihan infrastruktur yang rusak. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!