Tips Wujudkan Resolusi dengan #WaktunyaKonsisten Investasi
Menurut Chisty, setelah menentukan tujuan investasi, ada metode investasi yang dapat dilakukan agar investor dapat konsisten dan rutin melakukan investasi layaknya menabung. Metode investasi ini disebut dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini dilakukan secara berkala, konsisten, dan rutin dalam setiap periode.
“Dollar cost averaging adalah strategi investasi dengan jumlah yang tetap, dilakukan secara berkala, dan dalam kurung periode waktu tertentu tanpa mempertimbangkan posisi harga sahamnya,” kata Chisty.
Chisty mencontohkan, investor dapat menyisihkan Rp1 juta setiap bulan untuk berinvestasi di pasar saham, baik itu pasar saham sedang naik atau turun. Dengan alokasi rutin dan konsisten maka investor dapat mengurangi risiko kerugian karena melakukan investasi secara berkala, sehingga investor mendapatkan nilai rata-rata yang baik di tengah volatilitas harga saham.
Menurut Chisty, dengan menerapkan DCA maka konsistensi berinvestasi tetap dapat berjalan meskipun IHSG sedang naik atau turun. Metode DCA melatih disiplin diri sebagai investor perseorangan, dengan komitmen untuk berinvestasi secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan agar hasil yang lebih besar di masa mendatang.
Menurutnya, ada empat keuntungan dari strategi DCA untuk investor, yaitu, pertama, mendapatkan harga rata-rata saham yang optimal. Ketika menerapkan metode ini, investor pun tidak perlu terlalu mengkhawatirkan volatilitas harga saham dan tetap melakukan pembelian. Hal ini membuat kerugian dalam portofolio menurun, sehingga harga rata-rata sahamnya membaik.
Kedua, membantu konsisten berinvestasi. Metode ini dapat mengurangi risiko penurunan nilai investasi yang ada dan membentuk kebiasaan baik dalam berinvestasi. Ketiga, membantu mengontrol emosi dalam pengambilan keputusan investasi.
“Naik turunnya harga saham kadangkala membuat investor lebih emosional. Ketika harga saham naik, ada kecenderungan untuk membeli saham dalam jumlah besar demi meningkatkan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga turun, biasanya investor terburu-buru cut loss agar tidak rugi lebih dalam,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!