Tinjau Banjir di Baleendah, Bupati, "Yang Tadinya 3.000 Hektare Banjir di Kabupaten Bandung Saat ini Sekitar 1000 Hektare"
"Yang tadinya hampir 3.000 hektare yang terendam banjir di Kabupaten Bandung. Saat ini, hampir sekitar 1000 hektare, bahkan bisa kurang. Mohon bersabar dan tentunya pemerintah melakukan langkah-langkah dan ikhtiar, di antaranya melalui program Citarum Harum, BBWS Citarum, PSDA yang berkolaborasi dengan PUTR," tuturnya.
Bupati Bandung menegaskan disaat terjadi banjir dan longsor, pihaknya langsung memerintahkan BPBD untuk turun langsung ke lapangan.
"Termasuk Pak Camat, Pak Lurah, Pak Danramil, Pak Kapolsek, semuanya bekerja. Jadi tidak tinggal diam, masih adanya genangan air di Kampung Muara Andir lll karena ada persoalan pada bagian saluran drainase.
Kita akan segera melakukan penataan saluran drainase, dan DED (Detail Engineering Design) sudah selesai dibuat. Saya juga sudah bicara dengan BBWS Citarum, dan salah satu faktor saluran drainase yang ada di Kampung Muara Andir itu supaya bisa masuk ke danau Andir atau kolam retensi Andir atau langsung ke Sungai Citarum," tutur Bupati
Tapi persoalannya ia mengatakan, ketinggian permukaan air di aliran sungai itu lebih tinggi, dibandingkan dengan permukaan dataran yang ada di perumahan atau permukiman warga.
"Solusinya ada dua, pertama permukiman rumah warga itu harus diurug lahannya atau kedua dengan cara relokasi. Tapi kalau masyarakat tetap bertahan, maka saluran drainase yang menuju ke kolam retensi Andir harus dibuat. Kami sudah buatkan DED-nya. Insya Allah kita akan bantu melalui program APBD Kabupaten Bandung," tuturnya.
Bupati Bandung juga akan menambah pompa air untuk menyedot genangan air di lokasi banjir Dayeuhkolot.
"Termasuk pembangunan kolam retensi akan diusulkan serta penataan saluran drainase ke retensi," pungkasnya. @gustav
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!