Tingkatkan Kinerja Calon Dubes, Syamsu Rizal Usulkan Adanya Kontrak Politik
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 17 Juli 2025 | 16:51 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menekankan pentingnya kontribusi nyata dan nilai tambah dari para calon duta besar (dubes) Indonesia di luar negeri.
Ia menegaskan bahwa meskipun roda diplomasi tetap berjalan tanpa dubes, namun yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah percepatan dan peningkatan kinerja diplomasi.
“So far, hampir semua urusan kita itu jalan, tapi tidak maksimal. Yang kita cari itu nilai tambah. Kita mau berlari, bukan sekadar jalan,” kata Syamsu Rizal, kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).
Ia menekankan bahwa calon dubes harus memiliki target yang jelas dan terukur, terutama dalam meningkatkan kontribusi ekonomi bilateral, jumlah produk ekspor, serta kerja sama pendidikan dan tenaga kerja.
Syamsu bahkan mengusulkan adanya bentuk 'kontrak politik' yang mengikat secara moral agar kinerja para dubes bisa diukur secara konkret.
“Misalnya Anda menjabat satu tahun, butuh apa agar ekspor kita naik? Dari lima produk jadi tujuh produk? Dari hubungan ekonomi senilai sekian miliar dolar jadi lebih besar? Itu harus jelas,” ujarnya.
Ia mencontohkan kasus di Belgia, di mana pemerintah negara tersebut membuka 1.000 slot untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkualifikasi teknis, termasuk perawat. Namun, hingga kini baru sekitar 200 slot yang terisi.
“Itu yang kita dorong. Jangan hanya memenuhi 1.000, tapi bisa tambah jadi 1.100. Bisa tidak? Kalau bisa, apa kebutuhannya? DPR akan bantu lewat kementerian teknis, atas perdagangan, atau bahkan atas pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syamsu mendorong para dubes untuk menyampaikan laporan tahunan (annual report) yang juga ditembuskan ke Komisi I DPR. Tujuannya agar DPR dapat membantu mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Jangan sampai di Kementerian Kesehatan ada program yang relevan tapi tidak tersambung dengan kebutuhan di luar negeri. Makanya, laporan itu penting untuk jadi dasar kolaborasi,” tuturnya.
Syamsu Rizal menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa anggaran yang digunakan para dubes adalah bagian dari anggaran negara, sehingga harus dimanfaatkan maksimal untuk menjaga dan meningkatkan pasar serta produk tradisional Indonesia di luar negeri. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!