Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tingkat Kelahiran Rendah, Populasi China di Titik Kritis

Desi Rossilawati
Rabu, 29 Januari 2025 | 20:20 WIB
Bagikan
Tingkat Kelahiran Rendah, Populasi China di Titik Kritis
VISI.NEWS | CHINA - Populasi China terus mengalami penurunan yang signifikan. Menurut laporan Biro Statistik Nasional Beijing, Penurunan populasi ini disebabkan oleh angka kelahiran yang tidak mampu mengejar angka kematian, yang telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, penurunan mencapai 2,8 juta jiwa, sementara pada 2022 sekitar 850 ribu jiwa. "Populasi mencapai 1,408 miliar pada akhir tahun 2024, turun dari 1,410 miliar pada tahun 2023," kata laporan resmi itu dikutip AFP. Menurut Kepala Risiko Negara Asia BMI, Darren Tau, penurunan ini dapat mengancam kelangsungan angkatan kerja serta mempengaruhi pertumbuhan PDB China dalam 10 tahun ke depan. Ekonom senior EIU, Tianchen Xu, memperkirakan populasi China akan menyusut menjadi 1,317 miliar pada 2050, bahkan hingga 732 juta pada 2100. "Tingkat kesuburan di negara ini menurun lebih cepat dibandingkan negara-negara lain di kawasan seperti Korea Selatan dan Jepang," kata Tianchen Xu. Salah satu penyebab utama rendahnya angka kelahiran adalah tingginya biaya hidup dan pendidikan anak, yang membuat banyak keluarga enggan memiliki keturunan. "Semakin maju suatu perekonomian, semakin banyak pula keterampilan yang harus dimiliki oleh para pelaku perekonomian, dan dengan demikian, investasi yang diperlukan untuk setiap (anak) akan meningkat sebesar jumlah tersebut," jelas Tau. Masalah lain yang dihadapi China selain penurunan populasi adalah risiko lonjakan beban fiskal akibat semakin banyaknya masyarakat berusia lanjut dan pensiunan yang membutuhkan dukungan keuangan untuk hidup. "Perhitungan kami menunjukkan bahwa jika usia pensiun dinaikkan menjadi 65 tahun pada tahun 2035, kekurangan anggaran pensiun dapat dikurangi sebesar 20% dan pensiun bersih yang diterima dapat ditingkatkan sebesar 30%, yang berarti meringankan beban pemerintah dan rumah tangga," kata laporan EIU. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.