Tiga Kebiasaan Sepele yang Bisa Rusak Otak di Masa Tua, Kata Ahli Neurologi
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 8 Mei 2025 | 02:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Baibing Cheng, seorang dokter spesialis saraf dari University of Michigan, membagikan pengakuan mengejutkan tentang kebiasaan masa mudanya yang ternyata berdampak buruk bagi kesehatan otak jangka panjang. Melalui wawancaranya dengan CNBC International, Cheng mengimbau generasi muda agar tidak mengulangi kesalahan yang ia sesali.
Berikut tiga kebiasaan yang menurut Cheng perlu dihindari sejak dini:
1. Konsumsi Soda Setiap Hari
Sebagai remaja, Cheng terbiasa meminum satu hingga dua kaleng soda setiap hari. Padahal, ia baru menyadari di kemudian hari bahwa asupan gula berlebih bisa memicu resistensi insulin, diabetes tipe 2, hingga penyakit otak seperti Alzheimer. Meski beberapa kerusakan bisa bersifat permanen, mengurangi gula sejak dini tetap memberi manfaat untuk memperlambat penurunan fungsi otak.2. Mendengarkan Musik dengan Volume Terlalu Keras
Kebiasaan menyetel musik keras lewat earphone sempat menjadi rutinitas Cheng. Tindakan ini dapat merusak sel-sel pendengaran di telinga bagian dalam yang tidak bisa diperbaiki. Selain gangguan pendengaran, risiko gangguan suasana hati hingga penurunan fungsi otak ikut meningkat. Kini, ia menyarankan untuk membatasi volume hingga 60% dan durasi tidak lebih dari 60 menit per hari.3. Mengorbankan Tidur untuk Hiburan
Cheng mengaku kerap begadang demi menonton TV atau bermain gim. Padahal, tidur sangat penting dalam proses pembentukan memori dan pembersihan zat berbahaya di otak. Ia kini mendorong perubahan kebijakan di dunia medis agar tenaga kesehatan juga bisa mendapat waktu istirahat yang layak. Dengan meningkatnya kasus demensia di seluruh dunia, Cheng berharap masyarakat, terutama anak muda, mulai sadar akan pentingnya menjaga otak sejak dini. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!