Tidak Kalah dari Yogya dan Solo, Firman Soebagyo: Batik Pati Punya Identitas Kuat
Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo, menegaskan bahwa batik khas Pati memiliki identitas kuat yang tidak bisa disamakan dengan batik dari daerah lain seperti Lasem, Solo, maupun Yogyakarta.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/4/2026), Firman menekankan bahwa batik bukan monopoli satu daerah, melainkan warisan budaya leluhur yang berkembang di berbagai wilayah dengan karakter unik masing-masing.
“Setiap daerah punya kekuatan identitasnya sendiri, termasuk Pati,†ujarnya.
Firman menjelaskan, batik khas Pati khususnya dari Desa Bakaran dikenal sebagai batik tulis yang kaya akan makna kehidupan masyarakat lokal. Motif yang diusung mencerminkan karakter pesisir dan agraris.
Beberapa motif yang menonjol antara lain, Ikan dan udang sebagai simbol kehidupan laut serta Singkong dan jagung sebagai representasi hasil pertanian
“Ini mencerminkan kehidupan masyarakat Pantura yang lekat dengan laut dan pertanian. Itu yang membuatnya berbeda,†jelasnya.
Meski memiliki keunikan, Firman mengakui perkembangan desain batik Pati belum seagresif daerah lain seperti Pekalongan yang dikenal lebih adaptif terhadap tren pasar.
“Motifnya masih cenderung mempertahankan pakem lama dan belum banyak eksplorasi desain baru,†katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!