Thailand Vs Vietnam, Final Ideal ASEAN Hyundai Cup 2026

ED
PN
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:46 WIB
Bagikan
Thailand Vs Vietnam, Final Ideal ASEAN Hyundai Cup 2026

VISI.NEWSThailand dan Vietnam akan kembali berhadapan dalam partai final ASEAN Hyundai Cup™ 2026. Pertandingan leg pertama dijadwalkan berlangsung di Rajamangala Stadium, Bangkok, Sabtu (22/8/2026), mulai pukul 20.00 waktu setempat atau 13.00 GMT.

Pertandingan ini menjadi pertemuan final ketiga secara beruntun bagi Thailand dan Vietnam. Kedua tim sebelumnya bertemu dalam perebutan gelar pada edisi 2022 dan 2024.

Leg kedua akan berlangsung di Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, Rabu, 26 Agustus 2026, dengan kick-off pukul 20.00 waktu setempat atau 13.00 GMT.

Duel dua raksasa Asia Tenggara ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan karena mempertemukan Thailand, pemegang rekor tujuh gelar, dengan Vietnam yang berstatus juara bertahan.

Thailand datang dengan ambisi memperpanjang rekor sebagai tim tersukses di ASEAN Championship. Sementara Vietnam membidik gelar keempat sekaligus mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2024.

Pertandingan leg pertama di Bangkok juga memiliki arti penting. Dalam 15 final sebelumnya, tim yang mencetak gol lebih dulu berhasil menjadi juara sebanyak 14 kali. Satu-satunya pengecualian terjadi pada 2022 ketika Vietnam mencetak gol lebih dulu pada leg pertama, tetapi Thailand akhirnya menjadi juara dengan kemenangan agregat 3-2.

Thailand tampil impresif sejak fase grup

Thailand melaju ke final setelah melalui fase grup dengan catatan sempurna. Tim berjuluk Gajah Perang itu mengalahkan Laos 5-0, Malaysia 2-0, Filipina 1-0, dan Myanmar 2-0.

Empat kemenangan tersebut membuat Thailand mengoleksi 12 poin dan finis sebagai juara Grup B.

Pada semifinal, Thailand harus bekerja lebih keras ketika menghadapi Singapura. Mereka menang 3-1 pada leg pertama di Singapura, kemudian kalah 1-2 pada leg kedua di Bangkok. Hasil tersebut membuat Thailand lolos dengan kemenangan agregat 4-3.

Dalam enam pertandingan sepanjang turnamen, Thailand mencatat lima kemenangan dan satu kekalahan. Mereka mencetak 14 gol dan hanya kebobolan tiga gol.

Menariknya, seluruh tiga gol yang bersarang ke gawang Thailand terjadi pada dua pertandingan semifinal melawan Singapura. Sebelumnya, Thailand mampu mencatat empat clean sheet secara beruntun pada fase grup.

Thailand telah melepaskan 75 tembakan sepanjang turnamen, dengan 31 di antaranya tepat sasaran. Tingkat konversi peluang mereka mencapai 23 persen, sementara penguasaan bola rata-rata berada di angka 51,8 persen.

Dari sisi distribusi bola, Thailand mencatat 2.102 umpan sukses dari total 2.537 percobaan, atau memiliki akurasi umpan sebesar 83 persen.

Teerasak Poeiphimai menjadi pencetak gol terbanyak Thailand dengan empat gol. Ia disusul Kakana Khamyok yang mengoleksi tiga gol.

Teerasak mencetak dua gol ketika Thailand mengalahkan Singapura 3-1 pada semifinal leg pertama. Sementara Kakana mencetak satu-satunya gol Thailand saat kalah 1-2 pada leg kedua.

Sepanjang turnamen, Teerasak telah melepaskan 11 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Ia juga mencatat lima umpan kunci dan satu assist.

Thailand akan tampil dalam final ASEAN Championship untuk ke-12 kalinya, sebuah rekor terbanyak. Mereka telah tujuh kali menjadi juara, yakni pada 1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, dan 2022.

Pada edisi 2024, Thailand harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Vietnam dengan agregat 3-5.

Pelatih Anthony Hudson kini berusaha membawa Thailand kembali menjadi juara dan meraih gelar ASEAN Hyundai Cup pertamanya bersama tim tersebut.

Vietnam belum terkalahkan

Vietnam menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga babak semifinal. Mereka mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam pertandingan.

Vietnam mengawali perjalanan di Grup A dengan kemenangan telak 7-0 atas Timor-Leste. Mereka kemudian bermain imbang 0-0 melawan Singapura, menang 3-0 atas Indonesia, dan mengalahkan Kamboja 3-1.

Dengan koleksi 10 poin, Vietnam finis sebagai juara Grup A.

Pada semifinal, Vietnam tampil dominan ketika menghadapi Malaysia. Mereka menang 2-0 pada leg pertama di Kuala Lumpur dan kembali menang dengan skor yang sama pada leg kedua di Hanoi. Vietnam pun lolos ke final dengan kemenangan agregat 4-0.

Produktivitas Vietnam menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Sejauh ini, mereka telah mencetak 17 gol, terbanyak dibandingkan seluruh peserta turnamen, dan hanya kebobolan satu gol.

Vietnam juga mencatat lima clean sheet, yang menjadi jumlah terbanyak dalam turnamen. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Vietnam terjadi ketika mereka menang 3-1 atas Kamboja di fase grup.

Dari sisi serangan, Vietnam telah melepaskan 112 tembakan, termasuk 39 tembakan tepat sasaran. Kedua angka tersebut menjadi yang tertinggi di turnamen.

Tingkat konversi peluang Vietnam mencapai 19 persen dengan rata-rata penguasaan bola 54,6 persen.

Vietnam juga memiliki akurasi umpan lebih tinggi dibandingkan Thailand. Mereka mencatat 2.575 umpan sukses dari 2.956 percobaan dengan tingkat keberhasilan 87 persen.

Dua pemain menjadi tumpuan utama lini depan Vietnam. Nguyễn Đình Bắc dan Nguyễn Xuân Son sama-sama telah mencetak lima gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sementara turnamen.

Xuân Son tampil sangat menentukan pada semifinal melawan Malaysia. Ia mencetak tiga dari empat gol Vietnam dalam dua pertandingan semifinal dan dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match pada kedua leg.

Penyerang yang juga menjadi top scorer sekaligus Most Valuable Player pada edisi 2024 itu telah melepaskan 25 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Ia juga mencatat tiga umpan kunci.

Sementara Đình Bắc telah melepaskan 22 tembakan dengan 12 tembakan tepat sasaran. Ia juga menghasilkan sembilan umpan kunci dan dua assist.

Di lini pertahanan, Phạm Xuân Mạnh mencatat enam tekel sukses dari 11 percobaan, 26 clearance, dan sembilan intersep.

Vietnam kini tampil dalam final untuk keenam kalinya. Mereka sebelumnya mencapai partai puncak pada 1998, 2008, 2018, 2022, dan 2024.

Dari lima final sebelumnya, Vietnam telah meraih tiga gelar, yakni pada 2008, 2018, dan 2024. Mereka juga menjadi runner-up pada 2022 setelah kalah dari Thailand.

Vietnam kini berusaha meraih gelar secara berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka di ASEAN Championship di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik.

Rivalitas panjang Thailand dan Vietnam

Pertemuan Thailand dan Vietnam selalu menjadi salah satu duel terbesar dalam sepak bola Asia Tenggara. Dalam 15 pertandingan ASEAN Championship sebelumnya, Thailand mencatat tujuh kemenangan, Vietnam empat kemenangan, sedangkan empat pertandingan berakhir imbang.

Keduanya telah bertemu tiga kali dalam partai final. Vietnam memenangkan final 2008 dengan agregat 3-2 dan kembali mengalahkan Thailand dengan agregat 5-3 pada 2024.

Thailand menjadi pemenang pada final 2022 setelah menang agregat 3-2.

Jika seluruh enam pertandingan final yang pernah mempertemukan kedua tim dihitung, Vietnam mencatat tiga kemenangan, Thailand satu kemenangan, sementara dua laga berakhir imbang.

Pertemuan mereka pada final 2026 juga menciptakan sejarah baru. Thailand dan Vietnam menjadi pasangan pertama yang bertemu di final ASEAN Championship dalam tiga edisi berturut-turut.

Rajamangala Stadium juga menyimpan kenangan manis bagi Vietnam. Mereka pernah mengalahkan Thailand 2-1 pada leg pertama final 2008 di stadion tersebut. Vietnam kembali menang 3-2 atas Thailand di Rajamangala pada leg kedua final 2024.

Dalam enam edisi terakhir ASEAN Championship, gelar selalu menjadi milik Thailand atau Vietnam. Thailand menjadi juara pada 2014, 2016, 2020, dan 2022, sedangkan Vietnam meraih trofi pada 2018 dan 2024.

Catatan pencetak gol

Vietnam mendominasi daftar pencetak gol terbanyak sementara. Nguyễn Đình Bắc dan Nguyễn Xuân Son sama-sama telah mengoleksi lima gol.

Di posisi berikutnya terdapat Mitch Baker dari Indonesia, Win Naing Tun dari Myanmar, Ilhan Fandi dari Singapura, dan Teerasak Poeiphimai dari Thailand yang masing-masing telah mencetak empat gol.

Paulo Josué dari Malaysia, Than Paing dari Myanmar, dan Kakana Khamyok dari Thailand mengoleksi tiga gol.

Sejumlah pemain telah mencetak dua gol, termasuk Đỗ Hoàng Hên dari Vietnam, Jarvey Gayoso dari Filipina, Yotsakon Burapha dari Thailand, dan Hav Soknet dari Kamboja.

Mitch Baker menjadi salah satu pemain yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan. Pemain Indonesia itu melakukannya ketika menghadapi Kamboja.

Sementara Nguyễn Đình Bắc mencetak hattrick saat Vietnam mengalahkan Timor-Leste 7-0.

Vietnam juga menjadi tim dengan jumlah tembakan tepat sasaran terbanyak, yakni 39, disusul Thailand dengan 31.

Untuk jumlah gol, Vietnam berada di posisi teratas dengan 17 gol, sedangkan Thailand mengoleksi 14 gol.

Vietnam juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Mereka hanya kemasukan satu gol, sementara Thailand kebobolan tiga gol.

Rekor lain yang tercatat adalah gol tercepat turnamen. Lwin Moe Aung dari Myanmar mencetak gol pada menit kedua. Untuk kategori gol tercepat yang dicetak oleh pemain dari tim finalis, Nguyễn Văn Vĩ dari Vietnam mencetak gol pada menit keenam ketika menghadapi Indonesia.

Vietnam juga memiliki rata-rata penguasaan bola 54,6 persen, sedangkan Thailand mencatat 51,8 persen. Indonesia justru menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi, yakni 61,7 persen, diikuti Malaysia dengan 54,8 persen.

Vietnam telah mencatat lima clean sheet, sedangkan Thailand empat.

Kemenangan terbesar turnamen sejauh ini menjadi milik Vietnam ketika mengalahkan Timor-Leste 7-0. Sementara pertandingan dengan jumlah gol terbanyak terjadi ketika Myanmar mengalahkan Laos 7-2, dengan total sembilan gol.

Final yang sarat sejarah

Leg pertama final ASEAN Hyundai Cup 2026 di Bangkok diperkirakan berlangsung ketat. Thailand memiliki keuntungan bermain di kandang, tetapi Vietnam datang dengan catatan tak terkalahkan dan pertahanan yang baru sekali kebobolan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa gol pertama akan sangat menentukan. Dari 15 final sebelumnya, tim yang membuka keunggulan berhasil mengangkat trofi dalam 14 kesempatan.

Namun, Vietnam memiliki modal psikologis kuat karena pernah dua kali mengalahkan Thailand di Rajamangala Stadium dalam pertandingan final, yakni pada 2008 dan 2024.

Thailand, di sisi lain, memiliki pengalaman panjang di partai puncak dan akan tampil di final untuk ke-12 kalinya.

Pertandingan leg pertama di Bangkok karena itu bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi juga menjadi penentu penting sebelum kedua tim bertemu kembali dalam leg kedua di Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, pada 26 Agustus 2026.

Dengan sejarah rivalitas yang panjang, status juara bertahan Vietnam, rekor tujuh gelar Thailand, serta ambisi kedua tim untuk kembali menguasai sepak bola Asia Tenggara, final ASEAN Hyundai Cup 2026 dipastikan menjadi salah satu duel paling bergengsi dalam kalender sepak bola regional.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.