Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Thailand-Kamboja Konflik di Perbatasan, PM Thailand Gelar Rapat Darurat

Desi Rossilawati
Kamis, 24 Juli 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
Thailand-Kamboja Konflik di Perbatasan, PM Thailand Gelar Rapat Darurat
VISI.NEWS | THAILAND - Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, menggelar rapat darurat dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada Kamis (24/7/2025) menyusul pecahnya konflik dengan Kamboja di perbatasan kedua negara. Media lokal Thailand melaporkan rapat NSC digelar siang ini, melibatkan Panglima Angkatan Darat dan Panglima Tertinggi militer. Wakil Menteri Pertahanan Thailand, Nattapol Nakphanit, menyebut situasi saat ini sudah di luar batas negosiasi. "Pagi ini, pukul 08.20, pihak Thailand memasang kawat berduri di sepanjang perbatasan, tetapi pihak Kamboja membalas," ujarnya. "Tentara Thailand sudah cukup menderita. Mulai sekarang, kami tak akan menoleransi lagi karena tindakan Kamboja tak bisa diterima." sambungnya. Konflik militer pecah sejak pagi di Provinsi Surin, Thailand, dan Oddar Meanchey, Kamboja. Thailand menuduh Kamboja menggunakan drone pengintai dan menembakkan roket BM21 ke kawasan penduduk di distrik Kap Choeng, Surin, menewaskan sejumlah warga sipil. Thailand membalas dengan mengerahkan jet tempur F-16 untuk menggempur pangkalan militer Kamboja. Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menuduh Thailand memulai serangan dan mengaku terpaksa mengerahkan angkatan bersenjata untuk mempertahankan diri. Ia juga telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB. Hingga saat ini pertempuran masih berlangsung dengan total korban tewas mencapai 11 orang, serta puluhan lainnya luka-luka. Konflik ini terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik kedua negara pasca bocornya percakapan telepon eks PM Thailand Paethongtarn Shinawatra dengan mantan PM Kamboja Hun Sen. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.