Ternyata Otak Remaja Masih Berkembang, Ini Dampaknya pada Perilaku Mereka
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 5 Mei 2025 | 02:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Remaja kerap diasosiasikan dengan perilaku yang menyimpang, mengganggu ketertiban, atau bahkan melanggar aturan sosial dan hukum. Meski sering dianggap sebagai kenakalan semata, ada penjelasan ilmiah di balik sikap mereka.
Menurut National Institute of Mental Health, masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan otak yang memengaruhi cara berpikir, bertindak, dan merespons lingkungan. Berikut tiga alasan mengapa remaja cenderung menunjukkan perilaku yang dianggap ‘nakal’ oleh orang dewasa:
1. Otak Remaja Masih Berkembang
Saat remaja, bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan interaksi sosial masih mengalami perubahan besar. Remaja cenderung lebih sensitif terhadap dinamika sosial dan terdorong untuk mengambil risiko demi pengakuan dari teman sebaya. Risiko ini bisa positif atau justru membahayakan, tergantung situasinya.2. Respons Stres yang Berbeda
Otak remaja merespons stres secara berbeda dibandingkan otak dewasa. Karena kemampuan regulasi emosinya belum matang sepenuhnya, remaja lebih rentan terhadap gangguan mental seperti kecemasan dan depresi ketika menghadapi tekanan hidup.3. Kurang Tidur karena Perubahan Hormon
Hormon melatonin yang mengatur siklus tidur bekerja lebih lambat pada remaja. Inilah sebabnya mereka sering tidur larut dan sulit bangun pagi. Kurang tidur ini dapat memengaruhi kemampuan fokus, mengelola emosi, dan berperilaku secara tepat. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!