Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Terlalu Banyak Makan Lemak, Ini 5 Dampak Negatif bagi Tubuh

Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Maret 2025 | 00:45 WIB
Bagikan
Terlalu Banyak Makan Lemak, Ini 5 Dampak Negatif bagi Tubuh
VISI.NEWS | BANDUNG - Mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi tubuh, mulai dari gangguan pencernaan hingga menurunnya kualitas tidur. Lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging, keju, dan produk hewani lainnya. Jika asupannya tidak terkontrol, sejumlah masalah kesehatan bisa muncul. Ahli jantung sekaligus pendiri Step One Foods, Dr. Elizabeth Klodas, MD, FACC, menjelaskan beberapa tanda yang menunjukkan bahwa tubuh telah mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, serta risiko jangka panjang yang bisa terjadi.

Tanda-Tanda Tubuh Kebanyakan Lemak

1. Berat Badan Bertambah Lemak mengandung lebih banyak kalori dibandingkan protein atau karbohidrat. Dalam satu gram lemak, terdapat sembilan kalori, sementara karbohidrat dan protein hanya memiliki empat kalori per gram. Hal ini membuat konsumsi lemak berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan. 2. Kadar Kolesterol Meningkat Asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Orang yang menjalani pola makan tinggi lemak, seperti diet keto, lebih rentan mengalami lonjakan LDL dalam tubuh, yang berisiko pada kesehatan jantung. 3. Napas Berbau Tak Sedap Saat tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, akan terbentuk senyawa keton yang dapat menyebabkan bau napas tidak sedap. Orang yang menjalani diet tinggi lemak cenderung mengalami masalah ini dan perlu lebih sering menyikat gigi untuk menguranginya. 4. Gangguan Pencernaan Pola makan tinggi lemak sering kali mengurangi konsumsi serat yang berasal dari sayur, buah, dan biji-bijian utuh. Hal ini bisa menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. 5. Sering Merasa Kembung Lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu peradangan dalam tubuh, menyebabkan perut terasa kembung dan tubuh menjadi lebih lesu.

Dampak Jangka Panjang

Jika seseorang lebih sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dibandingkan dengan makanan sehat seperti sayur dan buah, tubuh bisa kekurangan vitamin dan mineral esensial. Selain itu, konsumsi lemak berlebih juga dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2, hipertensi, serta penyakit hati berlemak. Lebih jauh, pola makan tinggi lemak juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa populasi yang mengonsumsi lemak dalam jumlah besar cenderung memiliki angka kejadian kanker yang lebih tinggi. Maka dari itu, penting untuk menjaga keseimbangan dalam pola makan dengan mengonsumsi lemak dalam jumlah wajar serta mengimbangi dengan makanan kaya serat dan nutrisi lainnya untuk kesehatan tubuh yang optimal. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.