Temu Diblokir di Indonesia, Media Asing Soroti Dampak Terhadap UMKM Lokal
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 20:40 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Aplikasi belanja asal China, Temu, baru-baru ini dilarang beroperasi di Indonesia dan aplikasi tersebut juga telah diblokir, karena dikhawatirkan dapat merugikan UMKM lokal. Keputusan ini menjadi perhatian internasional, dengan media terkenal asal Inggris, The Guardian, yang melaporkan bahwa Temu, yang dikenal dengan diskon besar dan pemasaran viral, mendapat hambatan dari regulator di beberapa negara Asia Tenggara karena dianggap mengancam perusahaan lokal.
Menurut The Guardian, Indonesia memerintahkan penghapusan Temu dari toko aplikasi pada bulan Oktober untuk melindungi pedagang kecil di negara tersebut. Selain itu, Vietnam juga mengancam untuk melarang Temu dan platform belanja China lainnya, seperti Shein, dengan alasan keduanya belum mendapatkan izin untuk berbisnis di negara itu.
"Indonesia memerintahkan Temu dihapus dari toko aplikasi bulan Oktober, langkah yang dikatakan akan melindungi pedagang kecil di sana. Minggu lalu, Vietnam mengancam akan melarang Temu dan toko mode China lain, Shein, pada akhir bulan, dengan mengatakan bahwa mereka belum disetujui untuk berbisnis di negara itu," tulis mereka.
Pemasaran Temu yang menawarkan produk murah dari China dikhawatirkan menggerus pasar bagi perusahaan lokal, yang kesulitan bersaing dengan harga dan kualitas yang ditawarkan. Simon Torring, seorang pengamat dari Cube, menyebut Temu menjadi sorotan regulator yang kini khawatir akan perubahan aturan impor lintas negara.
"Temu telah menjadi bahan bagi tiap regulator, yang di mana-mana kini merasa khawatir tentang apakah aturan impor lintas batas harus diubah," ucap Simon.
Temu, yang menerapkan model bisnis e-commerce langsung dari pabrik ke konsumen, dianggap dapat membuka pintu bagi impor besar-besaran ke Indonesia. Temu telah memperluas pasar internasionalnya dengan cepat, termasuk di Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Vietnam.
Analisis dari Bain & Co. menyebutkan bahwa Asia Tenggara, dengan kelas menengah yang berkembang pesat, menjadi pasar ideal bagi Temu, yang berusaha mencari pertumbuhan internasional akibat melambatnya ekonomi China. Dengan kapasitas pabrik di China yang berlebih, Temu dapat menawarkan produk dengan harga sangat murah, yang semakin meningkatkan daya tariknya. Pemerintah Indonesia disebut sebagai yang paling tegas dalam mengatur aplikasi luar negeri demi melindungi UMKM lokal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!