Tekanan terhadap Harvard Picu Gelombang Protes dari Pemimpin Akademik di AS
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 23 April 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Lebih dari 100 pemimpin perguruan tinggi dan organisasi akademik di Amerika Serikat menyatakan penolakan atas kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai mengancam kebebasan institusi pendidikan tinggi. Pernyataan bersama ini dirilis pada Selasa (22/4/2025), tak lama setelah Universitas Harvard mengungkap adanya tekanan politik dari pemerintah.
Para pimpinan kampus dari institusi bergengsi seperti Princeton, Brown, Hawaii, hingga Connecticut State Community College mengecam apa yang mereka sebut sebagai 'campur tangan pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.'
Mereka menyampaikan bahwa meskipun terbuka terhadap reformasi dan pengawasan yang sah.
“Namun, kami harus menolak intervensi yang tidak semestinya dalam kehidupan mereka yang belajar, tinggal, dan bekerja di kampus,” ujar pernyataan tersebut.
Ketegangan ini memuncak setelah Harvard menolak beberapa tuntutan dari pemerintahan Trump pada 14 April, termasuk permintaan untuk mengawasi aktivitas mahasiswa, dosen, dan kurikulum. Sebagai balasan, pemerintah membekukan dana federal senilai 2,3 miliar dolar AS, mengancam mencabut status bebas pajak Harvard, serta melarang universitas itu menerima mahasiswa asing.
Gedung Putih menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mencegah penggunaan dana publik bagi aktivitas yang mengandung unsur diskriminasi rasial. Namun, Harvard membalas dengan menggugat pemerintah pada Senin (21/4/2025), menuduh intervensi itu melanggar kebebasan berbicara dan prinsip hukum hak sipil.
Dukungan untuk Harvard pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk lebih dari 60 rektor dan mantan rektor kampus lainnya yang menandatangani surat terbuka mendukung Presiden Harvard, Alan Garber.
Sejak menjabat awal 2025, Presiden Trump memang dikenal gencar mengkritik kampus-kampus besar yang ia anggap liberal dan terlalu toleran terhadap protes-protes pro-Palestina, serta isu-isu seperti transgender dan keberagaman. Setelah sebelumnya menyasar Universitas Columbia, kini fokus utama pemerintah tampaknya bergeser ke Harvard sebagai simbol dominasi akademik di AS.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait perlawanan dari komunitas akademik ini. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!