Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tanpa Mobil Dinas, Pejabat Swedia Naik Bus dan Kereta Bersama Warga

Desi Rossilawati
Kamis, 16 Januari 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Tanpa Mobil Dinas, Pejabat Swedia Naik Bus dan Kereta Bersama Warga
VISI.NEWS | BANDUNG - Di Swedia, para pejabat negara tidak menikmati fasilitas kendaraan dinas seperti di banyak negara lainnya. Mereka mengandalkan transportasi umum seperti bus dan kereta untuk bepergian, sejajar dengan warga biasa yang mereka wakili. Menurut laporan Mail and Guardian, budaya politik di Swedia tidak memberikan keistimewaan kepada politisi, termasuk para menteri dan anggota parlemen. Hanya perdana menteri yang memiliki akses permanen ke mobil keamanan. Bahkan juru bicara parlemen hanya diberikan kartu untuk transportasi publik. "Sayalah yang membayar para politisi. Dan saya tidak melihat alasan untuk memberi mereka kehidupan yang mewah," kata Joakim Holm, seorang warga negara Swedia. Masyarakat Swedia percaya bahwa kekuasaan politik harus dijalankan dalam batas-batas kesopanan. Hal ini sangat berbeda dengan Indonesia, di mana pejabat negara seperti menteri mendapatkan fasilitas kendaraan dinas lengkap dengan pengemudi. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1980 dan diatur ulang melalui PMK 138 Tahun 2024. Dalam aturan tersebut, menteri dapat menerima hingga dua unit mobil dinas, sedangkan wakil menteri mendapatkan satu unit. "Kepada masing-masing Menteri Negara disediakan sebuah rumah jabatan milik Negara beserta perlengkapannya dan sebuah kendaraan bermotor milik negara beserta seorang pengemudinya. Biaya pemeliharaan rumah jabatan dan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud ayat (1), ditanggung oleh Negara," demikian bunyi aturannya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.