Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji
VISI.NEWS – Ketidakpastian pendapatan menjadi tantangan terbesar masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan dana ibadah haji. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru Muslim Pro yang menunjukkan bahwa 83 persen responden mengaku pendapatan yang tidak menentu menjadi hambatan utama untuk menabung haji secara konsisten, jauh melampaui faktor rendahnya literasi keuangan yang hanya disebutkan oleh 12 persen responden.
Hasil survei tersebut menggambarkan bahwa mayoritas masyarakat sebenarnya telah memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk berhaji. Namun, kondisi ekonomi yang fluktuatif membuat mereka kesulitan mempertahankan disiplin menabung, meski ibadah haji tetap menjadi salah satu tujuan spiritual yang paling diprioritaskan.
Menjawab tantangan tersebut, Muslim Pro bersama Maybank Indonesia meluncurkan Gerakan #YukHaji dalam Kajian Akbar "Langkah Baik" yang digelar di Allwynn Ballroom, Jakarta. Acara yang dihadiri ratusan peserta, didominasi generasi muda, mengajak masyarakat mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui kombinasi kesiapan spiritual dan kebiasaan finansial yang berkelanjutan.
Peluncuran gerakan ini juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengamankan porsi haji lebih awal. Pasalnya, meskipun pemerintah telah berhasil memangkas masa tunggu di sejumlah daerah hingga sekitar 26 tahun, antrean keberangkatan di wilayah lain masih dapat mencapai 48 tahun.
Kondisi tersebut dinilai membuat perencanaan haji tidak lagi cukup hanya mengandalkan kesabaran menunggu antrean, tetapi harus disertai kesiapan finansial yang dimulai jauh sebelum keberangkatan.
Group Managing Director sekaligus CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan solusi keuangan yang mampu menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang dinamis.
"Bagi mayoritas Muslim, ibadah haji selalu menjadi prioritas utama. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi menabung di tengah pendapatan yang fluktuatif setiap bulannya," ujar Nafees.
Ia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi perencanaan ibadah juga terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam Kajian Akbar "Langkah Baik".
Menurutnya, pengguna Muslim Pro kini tidak hanya mencari panduan ibadah, tetapi juga solusi yang membantu mereka mempersiapkan masa depan, termasuk perencanaan keuangan menuju Baitullah.
Melalui platform Amanah Pro, Muslim Pro menghadirkan layanan yang dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda, memulai tabungan haji secara lebih fleksibel dan sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Berbeda dengan seminar keuangan pada umumnya, Kajian Akbar "Langkah Baik" dikemas dalam konsep piknik komunal yang lebih santai. Peserta mengikuti kajian dengan duduk di atas tikar dan bantal lesehan sehingga tercipta suasana yang lebih hangat, interaktif, dan mendorong refleksi bersama.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Denis Lim menekankan bahwa perjalanan menuju ibadah haji tidak dimulai ketika dana telah terkumpul, melainkan sejak seseorang memiliki niat yang tulus.
Menurutnya, kesiapan spiritual dan perencanaan finansial merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
"Banyak orang mengira persiapan haji baru dimulai saat uangnya sudah terkumpul. Padahal persiapannya dimulai jauh lebih awal, yaitu dari niat. Jangan menunggu momen yang sempurna untuk memulai. Mulailah hari ini, dan biarkan setiap langkah membawa kita lebih dekat ke Baitullah," kata Denis Lim.
Selain kajian, acara juga menghadirkan sesi refleksi "Face of Hijrah" bersama Alvin, diskusi interaktif antara peserta dengan Ustadz Denis Lim dan penyanyi Kunto Aji, serta penampilan musik yang menutup rangkaian kegiatan.
Muslim Pro juga mengungkapkan bahwa aspek transparansi dan kepatuhan syariah menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih layanan tabungan haji. Sebanyak 58 persen responden menyatakan kedua aspek tersebut merupakan syarat mutlak sebelum menggunakan layanan keuangan berbasis syariah.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Amanah Pro diperkenalkan sebagai platform Islamic Banking-as-a-Service (iBaaS) pertama di Indonesia yang menawarkan layanan tabungan berbasis prinsip syariah dengan pengelolaan yang transparan.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat menabung secara bertahap sesuai kemampuan tanpa harus terbebani setoran awal yang besar, sehingga diharapkan mampu membantu menjaga konsistensi menabung di tengah kondisi ekonomi yang berubah-ubah.
Sebagai bagian dari peluncuran Gerakan #YukHaji, Amanah Pro juga memperkenalkan program Monthly Umrah Giveaway. Program ini akan memberikan tiga paket umrah gratis setiap bulan kepada tiga pengguna yang memenuhi persyaratan sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang mulai mengambil langkah nyata mempersiapkan ibadah haji.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!