Sulit Diprediksi, Pemkot Bandung Siapkan 6 Titik Evakuasi Gempa Sesar Lembang
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 25 Agustus 2025 | 07:37 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG -Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan enam lokasi evakuasi jika terjadi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Enam titik evakuasi tersebut berada di Taman Tegalega, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gasibu, Alun-Alun Kota Bandung, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), dan Lapangan Olahraga Arcamanik.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa ancaman gempa dari Sesar Lembang tidak bisa dipandang remeh karena lokasinya berdekatan dengan kawasan perkotaan padat penduduk. “Dampak gempa bisa meluas ke infrastruktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Oleh karena itu, arah kebijakan kami lebih pada upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif,” ujarnya di Bandung, Minggu (24/8), dikutip dari Antara.
Erwin menjelaskan, kebijakan mitigasi bencana ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Bencana. Selain itu, Pemkot Bandung juga memasukkan potensi Sesar Lembang sebagai program prioritas dalam RPJMD Kota Bandung. Untuk mendukung koordinasi lintas sektor, Pemkot telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Upaya mitigasi diperkuat dengan pemetaan wilayah rawan gempa yang dilakukan bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Pemetaan ini dijadikan dasar untuk menentukan prioritas pembangunan serta edukasi masyarakat. “Pemkot Bandung juga menggencarkan edukasi kesiapsiagaan dengan simulasi evakuasi di sekolah, perkantoran, hingga lingkungan warga,” tambah Erwin.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan akademisi dan komunitas dalam menguatkan kesiapsiagaan. Menurutnya, masyarakat perlu tenang namun tetap waspada. “Kesiapsiagaan bukan berarti menakut-nakuti, melainkan langkah bijak melindungi diri dan keluarga. Mulailah dari hal kecil, seperti tahu jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, mengingatkan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu memastikan kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi. Kondisi tersebut, katanya, menuntut masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah rentetan gempa kecil terdeteksi sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2025.
“Gempa bumi memang tidak bisa diprediksi secara tepat, baik waktunya, lokasi, maupun kekuatannya. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar masyarakat siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/8/2025). Menurut catatan BMKG, aktivitas gempa terdeteksi di segmen barat Sesar Lembang dan di Sesar Kertasari dengan kekuatan antara magnitudo 1,3 hingga 2,1.
Cakra menambahkan, BPBD Kabupaten Bandung telah menerbitkan Surat Edaran tentang peningkatan kewaspadaan bencana. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun harus memahami langkah penyelamatan diri ketika gempa terjadi. BPBD juga mendorong aparat kecamatan lebih aktif melakukan sosialisasi dan simulasi bencana, serta mengimbau masyarakat rutin memantau informasi resmi dari BMKG dan PVMBG.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!