Suhu 42°C di Mekkah, Jamaah Diminta Waspada
- Jemaah haji Indonesia khususnya asal Jawa Barat tengah menjalankan rangkaian ibadah haji sampai puncaknya pada 9 Dzulhijjah 1446 di Arafah nanti. Wartawan VISI.NEWS H.M.Hasyim yang juga tengah berada di Arab Saudi melaporkan langsung dari tanah suci perjalanan ibadah haji tahun ini. Berikut laporannya.
VISI.NEWS | MEKKAH - Mekkah, Arab Saudi, kembali mencatat suhu ekstrem pada Jumat (31/5) dengan temperatur mencapai 42°C pada pukul 15.16 waktu setempat. Meski langit tampak cerah, kabut tipis menyelimuti kota suci ini. Kelembapan udara sangat rendah, yakni hanya 8 persen, membuat kondisi terasa lebih panas dan kering. RealFeel® atau suhu yang dirasakan mencapai 42°, sementara di bawah bayangan sedikit lebih rendah, yaitu 40°.
Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 22 km/jam, dan sesekali meningkat menjadi hembusan kencang hingga 44 km/jam. Tekanan udara tercatat menurun pada angka 1009 mb. Kabut menyebabkan jarak pandang terbatas hanya sekitar 5 kilometer. Tutupan awan mencapai 51 persen dengan ketinggian awan hingga 9.100 meter di atas permukaan laut.
Suhu tinggi terus berlangsung pada siang hari dengan RealFeel® meningkat menjadi 44°, kondisi ini meningkatkan risiko kelelahan panas bagi jamaah haji yang beraktivitas di luar ruangan. Meskipun pada malam hari suhu menurun hingga 29°C dengan RealFeel® 27°, potensi gangguan kesehatan tetap harus diantisipasi, khususnya bagi lansia atau mereka yang memiliki riwayat penyakit.
Berdasarkan riwayat suhu tahun lalu, tercatat bahwa temperatur tertinggi pada tanggal yang sama adalah 44°C dan terendah 28°C. Dengan tren suhu yang masih tinggi, otoritas kesehatan mengimbau jamaah untuk menjaga hidrasi, menggunakan pelindung kepala, dan menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan bahwa pihaknya telah menangani lima kasus kelelahan akibat panas sejak dimulainya musim haji hingga hari kedua bulan Dzulhijjah. Seluruh kasus tersebut berhasil ditangani dengan baik, mencerminkan kesiapan sistem kesehatan di bawah Program Transformasi Sektor Kesehatan dan Program Pengalaman Jamaah.
Hingga saat ini, lebih dari 78.000 layanan medis telah diberikan kepada para jamaah haji oleh sistem kesehatan Arab Saudi. Layanan ini meliputi penanganan darurat, pemeriksaan rawat jalan, hingga tindakan medis lanjutan.
Lebih dari 46.000 jamaah tercatat telah mengunjungi pusat layanan kesehatan primer. Sementara itu, instalasi gawat darurat rumah sakit telah menangani sekitar 17.000 kasus, dan lebih dari 860 kunjungan tercatat di klinik rawat jalan.
Jumlah pasien yang dirawat inap pun cukup signifikan, yakni lebih dari 3.000 orang, dengan lebih dari 1.600 di antaranya mendapatkan perawatan intensif di unit ICU. Selain itu, delapan operasi jantung terbuka dan 104 prosedur kateterisasi jantung telah dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji.
Pusat Layanan Kesehatan 937 juga mencatat lebih dari 27.000 konsultasi medis melalui saluran telepon, mencerminkan kesiapan infrastruktur layanan kesehatan Arab Saudi. Otoritas kesehatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik sepanjang musim haji 1446 H demi menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh jamaah di Tanah Suci.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!