Sugiat Santoso Ajak Mahasiswa Beraliansi Kawal Reformasi Pemasyarakatan dan Isu HAM
Soroti Kasus Warga Tolak Mafia Tambang
Dalam kesempatan tersebut, Sugiat juga menyinggung kasus seorang warga lanjut usia bernama Nek Sauda yang disebut menjadi korban kekerasan setelah menolak aktivitas mafia tambang di wilayahnya. Ia menyebut, kasus tersebut bukanlah peristiwa tunggal dan masih banyak kejadian serupa di berbagai daerah.
Menurutnya, rakyat yang memperjuangkan hak atas tanah dan ruang hidup kerap menghadapi intimidasi tanpa pendampingan hukum memadai.
Mahasiswa Diminta Turun ke Basis Rakyat
Sugiat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya bergerak di ranah elit, tetapi juga kembali memperkuat basis perjuangan di tingkat akar rumput. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelas menengah yang mampu menjembatani kepentingan rakyat dengan pengambil kebijakan.
“Mahasiswa punya koneksi ke elit, tapi juga punya akar kuat ke bawah. Jangan hanya menggantung ke atas, tapi juga harus punya pijakan ke bawah,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan antara Komisi XIII DPR RI dan elemen mahasiswa tersebut menjadi awal pembentukan aliansi berkelanjutan untuk mengawal isu-isu hukum dan HAM.
“Komisi XIII lima tahun ke depan dihadirkan dalam konteks itu, untuk sebanyak-banyaknya memenangkan pertarungan rakyat yang selama ini menjerit sendirian,” kata Sugiat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!