Stok BBM Shell Kosong, Masih Tunggu Izin Impor
VISI.NEWS | BANDUNG – Kelangkaan produk bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia terus memicu tanda tanya masyarakat. Melalui akun media sosial resminya, pihak Shell Indonesia menyatakan bahwa operasional mereka saat ini masih terkendala masalah administratif terkait kuota pasokan tahunan.
Manajemen Shell Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya menyelesaikan prosedur perizinan dengan pihak regulator guna memulihkan ketersediaan stok di lapangan.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku, ya," dikutip dari respons akun Instagram @shell_indonesia, Senin (23/3/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut memberikan tanggapan terkait menipisnya cadangan BBM di SPBU swasta seperti Shell dan BP. Ia menekankan bahwa badan usaha swasta harus proaktif dalam mengamankan rantai pasok mereka melalui kerja sama komersial antarperusahaan (Business to Business).
"Silakan B to B. Kita gini loh. Saya tidak bicara orang per orang ya. Negara itu hadir bukan mengurus satu kelompok. Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain," ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kekosongan stok di SPBU Shell sebenarnya telah terdeteksi sejak awal tahun 2026, sementara SPBU BP baru mulai mengalami kendala serupa pada beberapa jenis produknya belakangan ini.
Berbeda dengan kondisi SPBU swasta, Bahlil menjamin bahwa pasokan BBM, LPG, hingga listrik yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) berada dalam kondisi aman terkendali. Ia memastikan kebutuhan energi nasional akan tercukupi dengan baik selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Terkait fluktuasi harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak melepas harga BBM sepenuhnya ke mekanisme pasar bebas demi menjaga daya beli masyarakat melalui skema subsidi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!