Stevia Sebagai Pemanis Sehat, Namun Perlu Waspadai Efek Sampingnya
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 4 Januari 2025 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Stevia kini menjadi pilihan populer sebagai pemanis alternatif yang lebih sehat, terutama di kalangan penderita diabetes dan mereka yang menjalani diet sehat. Stevia berasal dari ekstrak steviol glikosida yang terkandung pada daun tanaman stevia, dan rasa manisnya diklaim 400 kali lebih kuat dibandingkan gula biasa.
Pada 2008, Stevia diakui oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) sebagai bahan tambahan yang aman dikonsumsi. Stevia yang dianggap aman oleh FDA adalah yang mengandung 95% steviol glikosida, sementara produk pemanis yang mengandung stevia seperti Enliten, PureVia, Stevia in the Raw, dan Truvia juga diperbolehkan meskipun mengandung campuran bahan lainnya.
Namun, meski stevia dianggap sehat, beberapa ahli gizi menyampaikan kekhawatiran tentang efek samping yang mungkin ditimbulkan. Penelitian pada 2022 menunjukkan adanya kemungkinan stevia dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus. Meskipun studi lebih lanjut pada 2024 menunjukkan bahwa stevia tidak membahayakan usus dalam pemantauan selama 12 minggu, masih ada kemungkinan efek samping lain seperti mual atau kembung.
Selain itu, ada juga kekhawatiran mengenai pengaruh stevia terhadap hormon. Beberapa ahli gizi mendukung kekhawatiran tersebut, namun mereka juga menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampak jangka panjangnya pada hormon. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!