Soroti Film Animasi Indonesia, Nila Yani Hardiyanti Dorong Penguatan Standar Kelayakan Tayang
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menyoroti perkembangan industri film animasi di Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kualitas dan standar kelayakan tayang.
Dalam rapat bersama Kementerian Ekraf, Nila menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan film 'Jumbo', yang menjadi salah satu film terlaris di Indonesia.
“Pasar film animasi di Indonesia ini sangat besar dan luas sekali. Terbukti dari film Jumbo yang menjadi film terlaris keempat di Indonesia dengan rating 8,4 per sepuluh,” ujar Nila dalam Raker Komisi VII bersama Menteri Ekraf, Kamis (6/11/2025).
Namun, ia juga menyinggung polemik yang muncul setelah perilisan film “Merah Putih One for All”, yang sempat ramai dibicarakan publik karena menuai kritik terkait kualitas animasi, grafis, dan durasi.
“Film ini awalnya sudah dinyatakan lolos tayang di bioskop, namun tiba-tiba dibatalkan. Hal ini menunjukkan adanya mekanisme yang kurang bijaksana dalam proses standarisasi kelayakan tayang,” tambahnya.
Nila mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem penilaian dan pengawasan terhadap film animasi, terutama karena segmen penontonnya didominasi oleh anak-anak dan keluarga.
“Kita harus berhati-hati dalam memfilter film animasi yang layak tayang. Selain mencari keuntungan, kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan tontonan yang mendidik bagi anak-anak,” tegasnya.
Ia berharap lembaga terkait dapat lebih serius membina dan mendukung insan perfilman animasi agar Indonesia bisa menghasilkan karya berkualitas yang tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga dapat bersaing di tingkat global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!