SOPA Mengumumkan Finalis 2024 Journalism Awards
Isu Kesehatan Masyarakat menjadi topik yang dominan, seperti liputan investigasi mengenai produksi sirup obat di bawah standar buatan India dan peran China dalam rantai pasokan global fentanil.
Kebijakan publik di dua negara yang paling padat penduduknya di dunia yaitu India dan China, juga menjadi topik yang populer. Berita utama yang menarik di India, negara dengan populasi terbanyak di dunia saat ini, adalah bagaimana upaya negara tersebut untuk meningkatkan penghasilan dan meningkatkan standar kehidupan. Sementara itu, terdapat kekhawatiran yang terus meningkat sehubungan dengan melemahnya beberapa institusi demokratis seperti pers dan peradilan. Di China, kecenderungan kepemimpinan untuk mendahulukan kepentingan keamanan nasional di atas pertumbuhan ekonomi telah menarik perhatian, serta krisis properti yang berlangsung di negara tersebut, dan persaingan antara Amerika Serikat dan China dalam pengadaan berbagai teknologi canggih.
The Journalism and Media Studies Centre at The University of Hong Kong, yang dikenal sebagai JMSC, telah menjadi penyelenggara SOPA Awards sejak tahun 2011.
"Status SOPA sebagai penghargaan jurnalisme terbaik di Asia telah terbukti dalam daftar pilihan musim ini, yang menunjukkan tingkat keragaman dan pendalaman yang belum pernah ada sebelumnya dalam hal jangkauan pelaporan dan penjangkauan audiens," kata Ting Shi, Dosen Senior di HKU yang bertindak sebagai Ketua Juri untuk penghargaan SOPA, dalam rilisnya kepada VISI.NEWS, Jumat (3/5/2024).
"Kami juga menyaksikan adanya peningkatan tren dalam jurnalisme kolaboratif di wilayah ini, dengan pembentukan tim oleh berbagai organisasi berita yang bekerja sama untuk menangani berbagai topik lintas negara dan lintas disiplin; media dalam berbagai ukuran organisasi dan terletak di berbagai tempat menjalankan peran mereka sesuai keunggulan masing-masing dalam upaya jurnalistik bersama yang penuh dorongan semangat demi kepentingan publik."
Rita Widiadana, jurnalis veteran yang tinggal di Jakarta dan Bali, yang juga anggota dewan eksekutif dari Asia Pacific Media Alliance (APCAT) untuk Kesehatan dan Pengembangan, merupakan Ketua Juri untuk kategori bahasa Indonesia, menyatakan karya-karya jurnalistik yang ikut serta pada Penghargaan SOPA tahun ini (2024) sangat berkualitas dengan topik yang beragam mulai dari Isu-isu ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan dan lingkungan serta isu-isu perempuan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!