Solusi Penanganan Sampah Organik, Elnusa Petrofin Gulirkan Program CSR Budidaya Maggot BSF

ED
Rabu, 21 September 2022 | 05:50 WIB
Bagikan
Solusi Penanganan Sampah Organik, Elnusa Petrofin Gulirkan Program CSR Budidaya Maggot BSF

VISI.NEWS | JAKARTA - Dalam rangka mendukung upaya penanganan dan pengelolaan sampah organik di wilayah Siantan Hulu Pontianak, PT Elnusa Petrofin (EPN)  anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) gulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan CSR ini merupakan implementasi dari pilar Petrofin Pintar yang memiliki fokus pada pendidikan melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan ini digelar pada Senin, 19 September 2022 di Siantan Hulu yang merupakan wilayah ring 1 kantor operasional Elnusa Petrofin unit Integrated Terminal Pontianak. Pelaksanaan program CSR Budidaya Maggot BSF atau lalat hitam merupakan salah upaya dalam menjawab kebutuhan warga, dimana setiap bulannya warga Siantan Hulu menghasilkan sampah organik dan belum adanya penanganan khusus mengenai haltersebut.

Budidaya Maggot merupakan upaya alternatif untuk menjawab isu penanganan sampah secara cepat dan sebagai pendorong peningkatan ekonomi warga melalui hasil pengelolaan Maggot yang dapat dijual. Maggot adalah salah satu serangga yang dalam perkembangannya membutuhkan sampah untuk berkembang. Serangga ini mampu mengurangi sampah organik sebanyak 800 kg per bulan di Siahan Hulu.

Putiarsa Bagus Wibowo, selaku Head of Corporate Communication & BoD Support yang bertanggungjawab atas kegiatan CSR dan Sustainability Elnusa Petrofin menyampaikan bahwa “Pemilihan program CSR Budidaya Maggot BSF ini merupakan upaya Elnusa Petrofin dalam mendukung kebersihan di wilayah sekitar operasional dan juga dapat menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat Siantan Hulu. Selain itu, CSR Budidaya Maggot ini sebagai bentuk dukungan Elnusa Petrofin kepada PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya telah memulai kegiatan CSR terintegrasi melalui program Katana Pangeran (Kampung Tanggap Bencana, Penggerak Kesadaran Lingkungan) 27 di wilayah tersebut”, ungkap Putiarsa.

Program CSR B didaya Maggot ini diperuntukkan untuk 40 kelompok warga yang telah terbentuk. Dengan memberikan bantuan berupa bibit, rumah produksi, hingga pemdampingan sampai warga Siantan Hulu mampu menjalankan Budidaya tersebut secara mandiri.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.