Soal Insiden Lima Pekerja Tambang Tewas, Firnando Soroti Mitigasi Keselamatan PT Freeport
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menyoroti lemahnya mitigasi keselamatan kerja PT Freeport Indonesia setelah kecelakaan tambang yang menewaskan lima pekerja berkewarganegaraan Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengan jajaran manajemen PT Freeport, Senin (24/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Firnando menyebut bahwa hingga saat ia berbicara, ia belum mendengar penjelasan detail mengenai langkah mitigasi yang dilakukan Freeport untuk mencegah kejadian serupa.
“Saya belum dengar mitigasi dari Pak Tony untuk ke depan supaya ini tidak terjadi lagi, Pak. Karena kami paham alam tidak bisa dikondisikan, namun desain tambang dan apa yang dilakukan di underground itu bisa diprediksi,” ujarnya.
Firnando mempertanyakan bagaimana curah hujan, yang seharusnya dapat diprediksi, bisa memicu insiden fatal hingga menelan korban jiwa. Ia menilai insiden tersebut mengindikasikan adanya kelalaian dalam desain maupun operasional tambang.
“Kok masalah alam gara-gara hujan saja bisa mengakibatkan lima warga negara Indonesia meninggal? Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya.
Meskipun bukan berasal dari daerah pemilihan Papua, Firnando menegaskan bahwa isu keselamatan kerja Freeport menjadi perhatian publik secara nasional. Ia menilai kasus ini telah menjadi sorotan di berbagai daerah, termasuk dapil miliknya.
Politisi Partai Golkar tersebut juga menyatakan dukungannya terhadap usulan audit independen.
Menurutnya, audit diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi, transaksi, dan kegiatan operasional Freeport sudah sesuai prosedur.
“Ini harus ada audit independen yang bisa membuktikan bahwa seluruh transaksi, produksi, maupun apapun yang terjadi di Freeport sesuai prosedur. Jangan sampai ada deal-deal-an di balik semuanya,” tegasnya.
Kecelakaan yang menewaskan lima pekerja tersebut menambah panjang daftar kekhawatiran terkait keselamatan tambang bawah tanah Freeport.
Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa perusahaan tambang sebesar Freeport seharusnya memiliki standar keselamatan yang mampu mengantisipasi risiko bencana alam maupun teknis. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!