Sinergi BTN dan Syailendra Capital, Hadirkan Dua Produk Reksa Dana Unggulan
Lebih jauh Victor memaparkan, Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) Kelas A merupakan reksa dana indeks yang dikelola untuk memperoleh hasil investasi menyerupai indeks MSCI Indonesia Value. Produk ini berisi saham-saham large cap/blue chip (berkapitalisasi besar) yang undervalued (murah), sehingga berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang. Per 23 September 2024, selama 3 tahun terakhir, SMSCI berhasil mencetak return sebesar 30,85%, mengalahkan indeks harga saham gabungan yang berkinerja 26,58% pada periode yang sama.
Sedangkan, Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) merupakan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dengan fokus mengalokasikan dana 80% - 100% pada Efek Bersifat Utang (Obligasi) Pemerintah maupun Korporasi. Per 23 September, selama 3 tahun terakhir, SPTP berhasil cetak return sebesar 18,87%, mengalahkan indeks reksa dana pendapatan tetap yang berkinerja 10,34% pada periode yang sama.
“Kesadaran masyarakat untuk mulai berinvestasi di pasar modal kian dilirik sebagai salah satu cara untuk membangun kekayaan jangka panjang. Kami berharap, tren ini dapat terus dijaga terlebih dengan adanya kerja sama dengan BTN yang diharapkan dapat menyasar ke lapisan masyarakat Indonesia yang lebih luas,” pungkas Victor.
Untuk diketahui, tahun ini BTN Prioritas telah mendapatkan penghargaan bergengsi dari lembaga internasional yakni penghargaan Customer Experience Initiative of The Year pada Asian Banking & Finance Retail Banking Award 2024 yang digelar di Singapura, Juli 2024 lalu dan Excellence in Innovation pada Global Banking & Finance Review Awards 2024 yang digelar di London, Inggris, Agustus 2024 lalu.
Syailendra Capital sebagai partner BTN juga telah meraih berbagai penghargaan yang diakui secara lokal dan internasional. Beberapa notable awards yang telah diperoleh yaitu Best Independent Asset Management Company (Indonesia) dari SouthEast Asia Business Award 2024 (APAC Insider), Top Digital Innovation and Product Offering and Experience Innovation dari The Iconomics pada tahun 2024, serta Best Investor Education (Indonesia) dari Asia Asset Management pada tahun 2023.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!