IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Sikap PCNU Garut Melaporkan Polemik Nasab Ba'alawi ke PBNU Diapresiasi

ED
Kamis, 13 Juni 2024 | 10:51 WIB
Bagikan
Sikap PCNU Garut Melaporkan Polemik Nasab Ba'alawi ke PBNU Diapresiasi
VISI.NEWS | BANDUNG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut diapresiasi atas inisiasinya melaporkan polemik Nasab Ba'alawi ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). "Sangat diapresiasi sikap PCNU Garut ini karena menunjukan sikap NU yang tetap menjaga sikap kritis dan nalar yang sehat bukan saja untuk kepentingan NU Garut tapi NU secara keseluruhan," ungkap Ustad Abdul Bashir, salah seorang kader Nahdliyin kepada VISI.NEWS, Kamis (13/6/2024). PCNU Garut mencatat sejarah sebagai PCNU pertama di Jawa Barat yang melaporkan dan berkoordinasi mengenai kegundahan terkait polemik Nasab Ba'alawi. Mereka menjadi lembaga pertama yang terang-terangan menyampaikan kondisi dan kegundahan ini kepada PWNU Jawa Barat. Katanya, NU harus segera mengambil sikap agar bisa menjadi pegangan para kiai dan jemaah Nahdliyin di daerah. "Sebaiknya dari PWNU Jabar dan PBNU mengambil sikap yang jelas dan bisa dijadikan pegangan oleh para kiai dan jemaah Nahdliyin di pelosok-pelosok, karena kalau yang di kota-kota saya yakin sudah bisa menyikapinya sendiri," ungkapnya. Pendapat yang sama juga diungkapkan kader NU Kabupaten Bandung Ustadz Akbar Wijaya Kusumah, S.H. "Polemik ini sudah sangat meresahkan di daerah-daerah, sudah menjurus ke adu domba antara kiai. Kalau PBNU tidak segera mengambil sikap yang tepat dan tegas akan sangat membahayakan keutuhan Ormas Islam terbesar di Indonesia ini," ungkap ustad yang getol mememberi pencerahan kepada jemaahnya soal polemik Nasab Ba'alawi ini. Dalam pertemuan yang diadakan di Kantor PWNU Jawa Barat pada Rabu, 12 Juni 2024, PCNU Garut bersama dengan PWNU Jawa Barat mengeluarkan beberapa poin penting terkait polemik Nasab Ba'alawi. Hasil pertemuan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas organisasi dan meredam potensi konflik di kalangan Nahdliyin. Instruksi PCNU Garut dan PWNU Jawa Barat: 1. Sikap Terhadap Polemik PCNU Garut menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk lembaga dan badan otonom (Banom), serta pengurus ranting, untuk tidak terpancing oleh polemik Nasab Ba'alawi. Jika terjadi penghujatan atau serangan, maka:
  • Jika dilakukan secara organisasi, dihadapi secara organisasi.
  • Jika secara pribadi, dihadapi secara pribadi.
  • Jika secara keilmuan, dihadapi secara keilmuan.
  •  Jika sudah mengarah ke tindakan kriminal, seperti pemaksaan meminta uang, istri, atau hal lainnya dengan unsur ancaman, harus segera dilaporkan ke aparat terkait atau kantor polisi terdekat.
2. Pendekatan Kepala Dingin Seluruh jajaran diminta untuk menyikapi polemik ini dengan kepala dingin dan melakukan sosialisasi serta edukasi secara masif kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, mengenai polemik ini. 3. Solidaritas dengan PWNU dan PBNU PCNU Garut menegaskan bahwa mereka tetap satu barisan dengan PWNU Jawa Barat dan PBNU dalam menyikapi polemik Nasab Ba'alawi. Mereka meminta PBNU untuk "cooling down" atau "repeh heula", agar tidak memberikan pernyataan apapun mengenai polemik ini guna menghindari kontroversi hingga tes DNA benar-benar dilakukan oleh para Habaib atau siapapun yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah SAW di Indonesia. Koordinasi ke PBNU Seluruh masukan yang disampaikan oleh PCNU Garut akan menjadi bahan utama dalam pelaporan atau koordinasi yang akan disampaikan PWNU Jawa Barat kepada PBNU. Diharapkan, langkah ini bisa membantu dalam mencari solusi terbaik untuk mengatasi polemik yang tengah berkembang. Pertemuan antara PCNU Garut dan PWNU Jawa Barat ini diharapkan bisa meredam polemik Nasab Ba'alawi di kalangan Nahdliyin, serta mencegah terjadinya konflik yang lebih luas. Dengan adanya arahan jelas dan langkah-langkah konkret, PCNU Garut dan PWNU Jawa Barat menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga keutuhan dan ketenangan di lingkungan Nahdlatul Ulama. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.