Setahun Setelah Pengakuan, Norwegia Buka Hubungan Diplomatik dengan Palestina
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 25 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | OSLO - Pemerintah Norwegia secara resmi memulai hubungan diplomatik penuh dengan Palestina. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik, melalui platform media sosial X pada Jumat (25/4), sehari setelah penetapan resminya pada Kamis (24/4/2025).
"Hari ini, kita menandai dimulainya hubungan diplomatik resmi antara Norwegia dan Negara Palestina," ujar Kravik dalam pernyataannya.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Duta Besar Palestina untuk Norwegia, Marie Antoinette Sedin, secara resmi menyerahkan surat kepercayaannya kepada Raja Harald V. Penyerahan ini menandai pengukuhan posisi diplomatik Palestina di negara Skandinavia tersebut.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan Oslo yang pada Mei 2024 lalu, bersama Irlandia dan Spanyol, mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Kala itu, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store menyebut pengakuan tersebut sebagai bagian dari investasi dalam satu-satunya solusi perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah, yakni solusi dua negara.
Namun, kebijakan ini memicu kecaman dari pemerintah Israel. Sebagai respons, Israel mencabut akreditasi para diplomat Norwegia yang berhubungan dengan Otoritas Palestina di Ramallah, wilayah Tepi Barat.
Norwegia dikenal sebagai mediator yang aktif dalam konflik Israel-Palestina. Negara ini sebelumnya menjadi tuan rumah dari Perjanjian Oslo pada awal 1990-an, yang merupakan salah satu upaya perdamaian paling signifikan meskipun kemudian gagal diterapkan sepenuhnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!