Sesar Lembang dan Efek Dahsyat ke Wilayah Gedebage?
VISI.NEWS | BANDUNG - Jika Anda pernah mengunjungi Kota Bandung, pasti tahu betapa indahnya pemandangan kota yang dikelilingi pegunungan, serta suasana sejuk yang mendukung kehidupan perkotaan. Namun, ada satu fakta geologis yang harus diwaspadai oleh warga Bandung dan sekitarnya: Sesar Lembang!. Terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sesar ini adalah salah satu patahan aktif terbesar di Indonesia.
"Bukan hanya sebagai pemisah antara dua lempeng tektonik, Sesar Lembang juga membawa potensi bencana gempa bumi dengan kekuatan yang dapat mengubah wajah Kota Bandung—terutama kawasan Gedebage," Poedji Irawan, salah seorang pegiat lingkungan saat berbincang di Bukit Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pekan lalu.
Gedebage, yang kini berkembang pesat sebagai kawasan pemukiman dan industri, memiliki posisi geografis yang tidak menguntungkan. Terletak hanya 3 kilometer dari jalur utama Sesar Lembang, Gedebage memiliki risiko sangat tinggi jika sesar ini aktif kembali. Dalam kajian geologi, wilayah Gedebage tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat penguatan gempa paling tinggi di Kota Bandung. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Marjiyono, seorang peneliti dari Pusat Survei Geologi ESDM, pada 2011, Gedebage bahkan mencapai angka penguatan 16,5—tertinggi di seluruh kawasan Bandung.
Mengapa Gedebage Rentan Terhadap Dampak Gempa?
Secara geologis, wilayah Bandung, termasuk Gedebage, memiliki permukaan yang sangat bervariasi. Beberapa bagian kota, seperti di daerah selatan dan utara, memiliki batuan vulkanik keras yang relatif tahan terhadap goncangan gempa. Namun, Gedebage terletak di bagian yang lebih lembek, yang dulunya merupakan danau purba. Kondisi ini membuat Gedebage menjadi wilayah yang lebih rentan terhadap goncangan gempa dibandingkan dengan kawasan lainnya di Bandung.
"Ketika gempa terjadi, tanah di Gedebage, yang terbuat dari endapan lembek, dapat memperburuk efek guncangan. Jika Sesar Lembang mengalami pergeseran, efeknya akan sangat terasa di Gedebage, yang diperkirakan akan mengalami goncangan hingga 16,5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan daerah asal sesar tersebut, yaitu Lembang. Dampak gempa yang terjadi di Gedebage bisa sangat besar, mengingat kawasan ini sudah padat dengan pemukiman dan infrastruktur," ungkap Mariyono.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!