Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 9 Warga, Termasuk 3 Wartawan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 17 Maret 2025 | 00:04 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Sembilan warga Palestina, termasuk tiga wartawan lokal, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Beit Lahiya, Gaza Utara, Sabtu (15/3/2025). Serangan ini terjadi ketika para pemimpin Hamas sedang menggelar pembicaraan gencatan senjata dengan mediator di Kairo, Mesir.
"Beberapa orang terluka parah saat serangan itu mengenai sebuah mobil, dengan korban di dalam dan luar kendaraan," ujar pejabat kesehatan dilansir Reuters.
Menurut para saksi dan wartawan, beberapa korban mengalami luka parah setelah serangan tersebut menghantam sebuah mobil yang ditumpangi pekerja kemanusiaan dari Yayasan Al-Khair. Mereka saat itu sedang menjalankan misi sosial, didampingi oleh beberapa wartawan.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan dua 'teroris' yang mengoperasikan pesawat nirawak yang dianggap mengancam pasukan mereka. Selain itu, mereka menyebut bahwa beberapa anggota kelompok bersenjata Palestina, termasuk dari Hamas dan Jihad Islam, tewas dalam insiden tersebut.
"Beberapa anggota kelompok bersenjata telah beroperasi di bawah kedok wartawan," kata militer Israel.
Namun, pejabat media Gaza yang dikelola Hamas, Salama Marouf, membantah tuduhan Israel. Menurutnya, tim tersebut adalah warga sipil yang menjalankan tugas kemanusiaan di daerah yang tidak termasuk dalam zona larangan.
"Tim tersebut terdiri dari warga sipil dan bekerja di daerah dekat tempat penampungan dalam misi yang disponsori oleh badan amal. Mereka tidak berada di daerah terlarang dan tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi tentara Israel," ujar Marouf.
Serangan ini memperlihatkan rapuhnya perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari 2025. Hamas menuduh Israel sengaja melanggar kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa lebih dari 150 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka bertujuan untuk mencegah ancaman dari kelompok bersenjata yang mendekati pasukan mereka atau berusaha menanam bahan peledak. Sementara itu, Hamas meminta para mediator untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian yang telah disepakati. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!